Kapuas

Safari Jumat, Bupati Serahkan Bantuan Pangan

21
×

Safari Jumat, Bupati Serahkan Bantuan Pangan

Sebarkan artikel ini
SAFARI JUMAT - Bupati Kapuas HM. Wiyatno saat melaksanakan Safari Jumat di Masjid Su ada, Kelurahan Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung, Jumat (2/10).

KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas HM. Wiyatno melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas sekaligus menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Jumat (2/10)

Mengawali rangkaian kegiatan  dengan Safari Jumat di Masjid Su’ada, Kelurahan Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung. Usai melaksanakan salat Jumat, Bupati Kapuas berbincang bersama pengurus masjid sekaligus menyerahkan bantuan untuk mendukung kegiatan dan kebutuhan masjid.

Selanjutnya, Bupati Kapuas menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak di sejumlah desa dan kelurahan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah dan meminimalisir terjadinya Karhutla, baik yang disebabkan oleh kesengajaan maupun faktor lainnya.

“Saya berharap dengan kondisi Karhutla ini kita bisa bersama-sama berupaya meminimalisir kebakaran. Dampaknya luar biasa, seperti yang kita lihat sendiri yang seharusnya terang dan cerah, tetapi diselimuti kabut,” ujar Bupati.

Ia berharap bantuan pangan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kapuas terhadap warga yang terdampak.

“Mudah-mudahan bantuan ini ada manfaat dan berkahnya buat Bapak-Ibu sekalian,” katanya.

Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kapuas sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah non-pasang surut, di antaranya Kecamatan Timpah dan Pujon. Ke depan, penyaluran bantuan akan terus diarahkan ke wilayah lain yang membutuhkan, termasuk kawasan pasang surut seperti Tamban Catur dan Lupak.

Selain bantuan pangan, Bupati juga menyampaikan sejumlah program pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kapuas. Salah satunya program Rp1 miliar untuk satu desa yang telah mulai berjalan pada tahun 2026.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang sehingga desa-desa yang selama ini belum maksimal mendapatkan dukungan pembangunan dari APBD Kabupaten Kapuas dapat memperoleh perhatian yang lebih besar.

“Harapan kita yang akan datang bisa lebih dari 1 miliar satu desa. Desa-desa mana yang membutuhkan perhatian lebih, silakan kepala desa berkomunikasi dengan OPD dan DPRD,” jelasnya.

Bupati menyebutkan, pada tahun sebelumnya anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp245 miliar untuk 231 desa dan 17 kelurahan. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kapuas menargetkan peningkatan anggaran hingga sekitar Rp350 miliar.

Perhatian tersebut, lanjutnya, khususnya diarahkan kepada desa-desa di kawasan pesisir, pantai maupun pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

“Harapan kita tidak ada yang tertinggal di tahun 2027,” tegasnya.

Bupati mencontohkan Kelurahan Palangkau Lama dan Palangkau Baru yang berada di Kecamatan Kapuas Murung dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Barito Kuala. Menurutnya, kedua wilayah tersebut masih membutuhkan peningkatan konektivitas jalan.

“Tempat-tempat seperti itulah yang nanti program 1 miliar satu desanya akan kita lebihkan. Bisa jadi Palangkau Lama 3 miliar dan Palangkau Baru 3 miliar, sehingga kedua wilayah tersebut bisa terhubung dan transportasi darat dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi Bupati untuk mendengarkan berbagai aspirasi, kondisi serta kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan dan akses infrastruktur di Desa Katunjung dan wilayah sekitarnya.

Penyaluran bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam menangani dampak kekeringan dan Karhutla di sejumlah wilayah.

Sementara itu, kunjungan ke Desa Katunjung juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi serta melihat kondisi wilayah sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah dan kebijakan pembangunan ke depan.(alx/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *