PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus bermunculan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah membuat pemerintah provinsi (Pemprov) mengambil langkah cepat.
Tak hanya mengandalkan petugas pemadam dan tim penanggulangan bencana, Pemprov Kalteng kini mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk ikut turun menghadapi ancaman Karhutla dan kabut asap.
Seluruh ASN laki-laki di lingkungan Pemprov Kalteng, mulai dari PNS, PPPK hingga PPPK Paruh Waktu, diminta mengikuti Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla dan Kabut Asap, Senin (31/8/26).
Apel dijadwalkan berlangsung pukul 07.00 WIB di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya. Para ASN diminta hadir 30 menit lebih awal dengan mengenakan pakaian lapangan.
Tak sekadar apel, para ASN yang dilibatkan diminta menyiapkan perlengkapan untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan.
Mereka diwajibkan membawa alat pelindung diri berupa sarung tangan, masker dan sepatu bot, serta peralatan seperti kepyok api atau pemukul api, sekop, cangkul, parang maupun sabit.
ASN pun dipersiapkan menjadi bagian dari kekuatan tambahan dalam penanggulangan Karhutla.
Setiap perangkat daerah juga diwajibkan menunjuk satu orang koordinator atau komandan. Koordinator tersebut akan bertugas memastikan keterlibatan personel sekaligus melaporkan kehadiran ASN saat apel berlangsung.
Seluruh unsur pemerintahan untuk tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi ikut mengambil bagian dalam penanganan bencana di lapangan.
Ketika Karhutla kembali mengancam, seluruh kekuatan harus disiapkan. ASN pun dipanggil untuk ikut turun tangan.












