DPRD Palangka Raya

Dewan Soroti Tingginya Kasus Karhutla

45
×

Dewan Soroti Tingginya Kasus Karhutla

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya Syaufwan Hadi.

PALANGKA RAYA – Tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Hingga 21 Agustus 2026, tercatat 306 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 264,79 hektare.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Syaufwan Hadi minta pemerintah daerah bersama seluruh pihak memperkuat langkah pencegahan karhutla sejak dini. Menurut dia, penanganan tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman setelah api membesar.

“Dengan angka kejadian yang sudah mencapai ratusan, tentu ini menjadi perhatian kita bersama. Pencegahan harus lebih diutamakan. Karena ketika kebakaran sudah terjadi dan meluas, penanganannya akan jauh lebih sulit,” kata Gaduk—sapaan akrab Saufwan Hadi, Sabtu (22/8/2026).

Legenda striker Persepar Palangka Raya itu mendorong pemerintah daerah, BPBD, aparat, relawan, dan masyarakat meningkatkan pemantauan di wilayah rawan karhutla. Terutama kawasan yang memiliki lahan gambut serta semak belukar.

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Cuaca yang kering dinilai dapat membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai pembakaran kecil kemudian tidak terkendali dan akhirnya menjadi karhutla yang berdampak luas, termasuk terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Di tengah meningkatnya ancaman karhutla, Gaduk minta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak buruk ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.

Ia mengusulkan pemerintah mempertimbangkan peliburan sekolah apabila kondisi kabut asap dan kualitas udara sudah berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas. “Kalau kondisi udara sudah tidak sehat, kita berharap sekolah bisa diliburkan sementara,” ungkapnya.

“Kita berharap penanganan di lapangan semakin cepat dan sinergi antarinstansi terus diperkuat. Masyarakat juga jangan ragu melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau titik api,” pungkasnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *