Kalimantan Tengah

Kadisdik Kalteng Dampingi Korban Dugaan Bullying SMAN 1 Palangka Raya ke Polda

80
×

Kadisdik Kalteng Dampingi Korban Dugaan Bullying SMAN 1 Palangka Raya ke Polda

Sebarkan artikel ini
Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo.

PALANGKA RAYA – Dugaan bullying di SMAN 1 Palangka Raya mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, bahkan mengaku hadir dan mendampingi saat korban bersama orang tuanya melaporkan dugaan tersebut ke Polda Kalteng.

Reza mengatakan, dirinya mengetahui persoalan tersebut setelah menerima laporan langsung dari orang tua siswa. Ia kemudian turut hadir ketika dugaan bullying itu dibawa ke ranah kepolisian.

“Saya sudah tahu dan saya mendapat laporan dari orang tua siswa. Saya juga hadir waktu korban melaporkan hal tersebut di Polda. Saat ini sedang dalam pendalaman di Polda,” kata Reza, Senin (24/8/26).

Kehadiran kepala dinas saat pelaporan tersebut menunjukkan bahwa persoalan dugaan bullying ini tidak lagi sekadar menjadi urusan internal sekolah. Disdik Kalteng ikut memantau penanganannya, sementara proses pendalaman dilakukan oleh Polda Kalteng.

Reza menegaskan, sekolah tidak boleh melakukan pembiaran terhadap tindakan bullying. Menurutnya, lingkungan pendidikan harus mampu memberikan rasa aman bagi seluruh siswa.

“Sekolah tidak boleh ada pembiaran terkait bully,” tegasnya.

Disdik Kalteng, lanjut Reza, juga telah menyiapkan kanal Whistleblowing System (WBS) agar siswa memiliki akses untuk menyampaikan laporan jika mengalami maupun mengetahui adanya dugaan pelanggaran di lingkungan sekolah.

“Kita tindak tegas, sudah ada buktinya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepala sekolah agar tidak abai terhadap persoalan keamanan dan kenyamanan peserta didik.

Kepala sekolah dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan lingkungan belajar terbebas dari praktik perundungan.

“Kepsek harus bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman untuk siswa siswinya,” pungkas Reza.

Kini, laporan dugaan bullying tersebut masih dalam pendalaman Polda Kalteng. Disdik Kalteng memastikan persoalan tersebut menjadi perhatian, sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut oleh aparat kepolisian. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *