PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng mendorong Bank Kalteng terus melakukan inovasi dan kemudahan dalam penyaluran kredit dan pembiayaan kepada masyarakat.
Anggota DPRD Kalteng Purdiono menegaskan kemudahan akses dinilai penting agar bank milik daerah tidak hanya berorientasi pada pembiayaan konsumtif, tetapi juga menjangkau masyarakat yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha.
“Kita sangat mendukung adanya inovasi agar Bank Kalteng tidak hanya kaku pada kredit konsumtif atau kredit pembiayaan. Masyarakat Kalteng yang memang membutuhkan dan dianggap mampu, jangan sampai dipersulit untuk mendapatkan pembiayaan,” ujarnya, Jumat (14/8).
Purdiono mengatakan masyarakat yang dinilai layak dan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembiayaan semestinya mendapatkan pelayanan yang tidak berbelit. Menurutnya, perputaran uang melalui Bank Kalteng harus semakin luas sehingga manfaat keberadaan bank daerah dapat dirasakan masyarakat.
Ia menilai akses pembiayaan yang lebih mudah dapat membantu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Terutama bagi masyarakat kecil yang membutuhkan tambahan modal, kebijakan pembiayaan yang tepat dapat membuat perputaran ekonomi di daerah semakin bergerak.
Purdiono juga meminta Bank Kalteng memberikan pebijakan pembiayan bagi masyarakat yang memerlukan modal usaha, termasuk kemungkinan pemberian perlakuan khusus dalam tingkat suku bunga dengan tetap memperhatikan aturan perbankan.
“Kalau masyarakat kecil juga bisa menikmati perputaran uang, tentu akan mempercepat proses perekonomian. Harapan kita ada aturan dan pengecualian yang memungkinkan masyarakat lebih nyaman mendapatkan layanan pembiayaan di Bank Kalteng,” katanya.
Ia menegaskan inovasi tersebut harus tetap dibarengi dengan prinsip kehati-hatian agar pembiayaan yang disalurkan tidak menimbulkan persoalan baru. Bank Kalteng juga diharapkan mampu membaca potensi ekonomi masyarakat dan menyesuaikan produk pembiayaan dengan kebutuhan di lapangan.
DPRD Kalteng berharap Bank Kalteng terus memperkuat pelayanan dan menghadirkan skema pembiayaan yang lebih inklusif. Dengan begitu, bank daerah tidak hanya tumbuh dari sisi bisnis, tetapi juga semakin berperan dalam membuka akses permodalan serta memperkuat perekonomian masyarakat Kalteng.(sep/*)












