PALANGKA RAYA – Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong program pasar murah yang digelar Pemprov Kalteng terus dilanjutkan dan diperluas jangkauan lokasinya.
Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin menilai langkah konkret yang dilakukan Pemprov Kalteng membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Ia mengapresiasi pelaksanaan pasar murah yang berlangsung di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (17/8), bertepatan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, penyediaan kebutuhan masyarakat, termasuk 560 tabung elpiji 3 kilogram yang dijual Rp22 ribu per tabung, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan warga.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalteng dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Penyediaan 560 tabung elpiji 3 kilogram dengan harga Rp22 ribu tentu menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena harga kebutuhan yang ditawarkan lebih ringan dibandingkan harga di pasaran. Kondisi itu penting untuk membantu menjaga daya beli masyarakat, terlebih kebutuhan rumah tangga terus meningkat dan pengeluaran warga cukup beragam.
Menurut Riska, pasar murah tidak seharusnya hanya dilaksanakan pada momen tertentu. Pemerintah perlu menjadikan kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga, terutama ketika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok atau komoditas tertentu yang berdampak terhadap masyarakat.
“Program seperti ini sangat positif karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan pasar murah dapat terus dilaksanakan dan cakupannya diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” katanya.
Riska meminta mekanisme penyaluran barang bersubsidi tetap mendapat pengawasan. Khusus elpiji 3 kilogram, distribusinya perlu dipastikan tepat sasaran agar subsidi pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berkepentingan.
“Kami juga mendorong agar penyaluran elpiji subsidi tetap tepat sasaran. Pengawasan perlu diperkuat sehingga bantuan dan subsidi pemerintah benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
DPRD Kalteng berharap kegiatan pasar murah dapat terus menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga daya beli sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Evaluasi pelaksanaan di lapangan juga diperlukan agar program berikutnya semakin tepat sasaran dan mampu menjangkau warga yang membutuhkan.(sep?*)












