Peristiwa

Keluarga Ungkap Detik-Detik Tragis Dua Balita Terkepung Api di Mendawai I

84
×

Keluarga Ungkap Detik-Detik Tragis Dua Balita Terkepung Api di Mendawai I

Sebarkan artikel ini
Keluarga Ungkap Detik-Detik Tragis saat Dua Balita Terkepung Api di Mendawai I

PALANGKA RAYA – Keluarga dari pihak ayah korban, Krismon, mengungkap detik-detik menegangkan saat dua balita, Nayla dan Kayla, terjebak dalam kobaran api yang melanda rumah mereka di Mendawai I.

Saat api mulai menyambar, Siti (31) sang ibu berusaha menyelamatkan bayi Yusuf terlebih dahulu. Bayi itu dibawa keluar dan diletakkan di atas jembatan.

Setelah memastikan Yusuf berada di luar, sang ibu kembali masuk untuk menjemput Nayla dan Kayla. Sementara sang ayah Krismon di ketahui sedang bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian, yakni Mendawai VI.

Saat Siti tiba kondisi di dalam rumah sudah berubah menjadi kepungan maut. Kedua balita itu ternyata sudah tidak berada di posisi semula. Nayla dan Kayla bergeser ke arah dapur, diduga untuk menghindari api yang semakin mendekat.

“Waktu api mulai menyambar, Siti membawa Yusuf keluar dulu. Setelah itu ibunya kembali untuk mengambil Nayla dan Kayla. Tapi ternyata mereka sudah bergeser ke dapur untuk menghindari api,” ungkap keluarga korban, Kamis (13/8/26) malam.

Nahas, tempat yang didatangi kedua balita untuk menyelamatkan diri justru menjadi lokasi terakhir mereka.

“Mereka bergeser ke dapur karena menghindari api. Tapi akhirnya bukan api yang mereka hindari, malah ajal yang menghampiri,” ujar keluarga korban dengan nada duka.

Korban Ditemukan Tertimbun Reruntuhan Dari Sisa Kebakaran

Setelah api berhasil dipadamkan, pencarian dilakukan di antara puing-puing bangunan. Nayla dan Kayla kemudian ditemukan di lokasi berbeda dalam kondisi tertimbun reruntuhan sisa kebakaran.

Tangis keluarga pun pecah. Upaya penyelamatan yang berlangsung dalam hitungan detik itu berakhir dengan kehilangan dua nyawa kecil.

Nayla dan Kayla sempat berusaha menjauh dari kobaran api. Namun, takdir berkata lain. Dapur yang menjadi tempat mereka mencari perlindungan justru menjadi saksi bisu berakhirnya hidup dua balita tersebut. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *