PALANGKA RAYA – Krismon (28), ayah dua balita yang tewas dalam kebakaran rumah di Mendawai I, hanya bisa menelan pilu. Saat kobaran api melahap rumahnya, ia sedang bekerja mencari nafkah di Mendawai VI. Meski lokasi terbilang dekat, ia tetap tak mampu menjangkau 2 buah hatinya yang terkurung di api.
Api menghanguskan rumah beserta seluruh harta benda milik keluarganya. Tak satu pun barang berhasil diselamatkan.
Tragedi paling memilukan terjadi ketika dua anak Krismon tak berhasil keluar dari kepungan api. Keduanya meninggal dunia dalam kebakaran tersebut.
“Semuanya,” ujar Krismon saat ditanya mengenai kondisi rumahnya setelah kebakaran.
Krismon memiliki 7 anak, dimana 5 anak berada di lokasi dan 2 anaknya berada diluar Kota Palangka Raya tinggal bersama bibinya. Satu anak merupakan kembaran balita yang meninggal dan satu anaknya lagi menempuh pendidikan Pesantren.
Tak hanya kehilangan dua buah hati, keluarga Krismon juga harus menghadapi luka dan kehilangan tempat tinggal. Dua anggota keluarganya mengalami luka bakar pada bagian tangan dan masih menjalani perawatan.
Untuk sementara, keluarga tersebut tinggal di tempat seadanya. Biaya pengobatan korban yang masih dirawat mendapat bantuan melalui BPJS.
Pemerintah juga membantu biaya pemakaman dua anak Krismon.
Kini, rumah yang sebelumnya menjadi tempat berkumpul keluarga tinggal menyisakan puing. Bagi Krismon, musibah itu bukan sekadar kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga kehilangan dua buah hati yang tak akan pernah kembali. (ifa/)












