Setrika Uap dan Dua Mesin Cuci Bebani Satu Terminal
PALANGKA RAYA – Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah dan satu barak empat pintu di Jalan Mendawai I, Kota Palangka Raya, Selasa (11/8/2026), diduga dipicu korsleting listrik.
Terminal untuk menyuplai arus pada dua mesin cuci dan satu setrika uap diduga panas berlebih hingga memunculkan percikan api hingga membakar sejumlah bangunan sekitarnya.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya Urianinu Napulangit melalui Kabid Pemadaman Alfrianto mengatakan, hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan saksi mengarah pada dugaan gangguan kelistrikan sebagai pemicu awal. Instalasi di rumah tersebut tidak menggunakan kabel standar SNI.
“Hasil pemeriksaan lokasi, wawancara saksi dan bukti, penyebab kebakaran diduga dari korsleting terminal listrik mesin cuci dan setrika uap pada stop kontak,” ungkapnya.
Menurutnya, yang digunakan kabel serabut dan menjadi sumber persoalan karena menanggung beban sejumlah peralatan. Dua mesin cuci dan satu setrika uap tersambung pada terminal yang sama. Kabel tersebut juga tidak pernah dilepas dari stop kontak sehingga berpotensi mengalami peningkatan suhu.
Kondisi tersebut diduga memicu panas dan percikan listrik. Api pertama kali diketahui anak pemilik rumah, Krismon Aditya alias Emon (28). Saat kejadian, Emon sedang bekerja. Menurut istrinya, ia tengah istirahat siang bersama empat anaknya, termasuk bayi lima bulan. Ketika anak tertuanya bangun dan melihat api menyala di ruang usaha laundry.
Anak itu melihat sumber api dari kabel terminal setrika uap. Saat itu listrik masih menyala. Api semakin cepat membakar material di sekitarnya. Karena panik, warga berupaya menyelamatkan penghuni di dalamnya.
Saksi Mulyadi (44), penghuni barak di bagian depan, mengaku mendengar suara teriakan dari tetangganya. Dia melihat seorang bayi yang diduga anak Emon tergeletak di atas jembatan titian. Mulyadi berlari mengambil bayi tersebut dan membawanya ke rumah.
Ketika berbalik, api sudah menjilat rumah Emon dan mulai merambat ke depan. Mulyadi berupaya menyelamatkan bayi, anak-anaknya, serta barang-barang dari rumahnya.
Urianinu menyebut luas area terdampak sekitar 1.200 meter persegi. Lima kepala keluarga dengan total 19 jiwa terdampak. Kerugian material ditaksir Rp500 juta.
Paling tragis, kebakaran tersebut menelan dua korban jiwa yang merupakan balita. Dari hasil investigasi, Disdamkarmat menilai faktor kelalaian manusia turut berkontribusi terhadap kejadian tersebut. Urianinu mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan peralatan elektronik terus terhubung ke stop kontak, terutama perangkat dengan beban besar.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran tersebut. Menurut dia, pemko langsung bergerak setelah menerima laporan kebakaran.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung melihat situasi di lapangan dan menggerakkan seluruh sumber daya yang ada. Alhamdulillah api bisa dilokalisasi sehingga tidak menyebar lebih luas lagi,” katanya.
Untuk kebutuhan awal, bantuan berupa makanan siap saji, obat-obatan, serta kebutuhan mendesak lainnya telah disalurkan kepada warga terdampak. Pemerintah juga menyiapkan bantuan lanjutan berupa santunan, terutama bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. (ter/ifa)












