DPRD Kalimantan Tengah

‎Pengetatan Anggaran, DPRD Khawatir Beasiswa 2027 Tak Cukup

67
×

‎Pengetatan Anggaran, DPRD Khawatir Beasiswa 2027 Tak Cukup

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto FOTO: ‎BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) khawatir keberlanjutan program beasiswa Kalteng Berkah pada tahun anggaran 2027. Ketersediaan anggaran  perlu dihitung secara cermat agar program bantuan pendidikan tetap berjalan.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto mengatakan kekhawatiran muncul karena proyeksi kenaikan anggaran 2027 dinilai belum terlalu besar. “Justru yang kita pertanyakan adalah tahun depan. Anggaran pada 2027 ini naiknya hanya sedikit, dari Rp5,2 triliun menjadi Rp5,4 triliun,” ujarnya, Senin (10/8).

‎Menurutnya, tambahan anggaran tersebut harus mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan pemerintah daerah, termasuk pembiayaan program beasiswa. Karena itu, DPRD meminta pemerintah menghitung kebutuhan secara menyeluruh sehingga tidak terjadi kekurangan anggaran ketika program sudah berjalan.

‎Sugiyarto mengingatkan, persoalan tersebut jangan sampai berdampak pada mahasiswa yang telah menerima bantuan. Pencairan yang hanya mampu dilakukan pada beberapa semester dinilai justru dapat menimbulkan persoalan baru bagi penerima beasiswa.

‎“Jangan hanya membiayai semester satu, dua, dan tiga, lalu semester empatnya libur. Nah, ini kan akan menjadi masalah besar bagi mahasiswa,” tegasnya.

‎Pembahasan KUA-PPAS 2027 sendiri masih berlangsung sehingga angka final anggaran untuk program pendidikan tersebut belum ditetapkan. DPRD Kalteng akan mencermati postur anggaran pada tahapan pembahasan berikutnya, terutama untuk memastikan program prioritas tetap memiliki dukungan pendanaan yang memadai.

‎

‎Sugiyarto menegaskan keberlanjutan beasiswa Kalteng Berkah tidak boleh hanya dilihat dari kemampuan membiayai pencairan awal. “Kami terus mengingatkan hal ini karena program tersebut merupakan janji Gubernur. Jadi, pembiayaannya mutlak harus ter-cover dengan aman di anggaran 2027,” tambahnya.

‎DPRD Kalteng berharap pemerintah provinsi segera menyusun proyeksi kebutuhan secara utuh berdasarkan jumlah penerima dan masa studi. Dengan perhitungan tersebut, keberlanjutan beasiswa dapat dipastikan sejak awal dan mahasiswa tidak menghadapi ketidakpastian pembiayaan di tengah masa pendidikan.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *