Murung Raya

Edukasi Masyarakat Cegah Karhutla

46
×

Edukasi Masyarakat Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARA : Ketua DPRD Murung Raya (topi krem), H Rumiadi SE SH MH diwawancarai awak media, Rabu (12/8/26). Foto : udi

PURUK CAHU – Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Murung Raya, H Rumiadi SE SH MH, mengatakan masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai dampak karhutla, baik terhadap lingkungan maupun kehidupan sehari-hari.
“Kebakaran lahan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, menurunkan kualitas udara akibat asap, mengganggu aktivitas masyarakat, serta berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan,” kata Rumiadi, Rabu (12/8/26).
Menurutnya, edukasi juga penting untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuka atau membersihkan lahan. Masyarakat harus memahami bahwa membakar lahan secara sembarangan dapat menyebabkan api dengan mudah merambat dan sulit dikendalikan, terutama ketika angin bertiup kencang dan kondisi lahan kering.
DPRD Murung Raya, lanjutnya, mendukung upaya pemerintah daerah bersama aparat terkait, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa untuk terus meningkatkan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui berbagai media.
“Penyampaian informasi yang sederhana dan mudah dipahami akan membantu masyarakat mengetahui langkah-langkah pencegahan serta tindakan yang harus dilakukan apabila menemukan potensi kebakaran,” ujarnya.
Selain edukasi, masyarakat juga perlu didorong untuk aktif melaporkan titik api atau kegiatan yang berpotensi memicu karhutla. Dengan kepedulian dan pengawasan bersama, potensi kebakaran dapat diketahui lebih dini sehingga dapat segera ditangani.
Rumiadi menegaskan, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Peran masyarakat sangat menentukan dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.
“Karena itu, edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tandasnya. (udi/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *