Barito Timur

Waspadai Karhutla dan Krisis Air Bersih

52
×

Waspadai Karhutla dan Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
SALAMAN : Bupati M Yamin dan Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu bersalaman dengan Sekretaris Daerah Barito Timur Misnohartaku di Tamiang Layang, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Penegasan Bupati Yamin Terkait Cuaca Ekstrem

TAMIANG LAYANG – Bupati Barito Timur M Yamin minta seluruh perangkat daerah (PD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, kekeringan, penyakit serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutia) yang dapat terjadi di daerah itu. Instruksi tersebut disampaikan M Yamin saat membuka Sosialisasi Perubahan Pagu Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026 dan PPAS 2027 di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Selasa (11/8/2026).

Bupati M Yamin menekankan agar perangkat daerah tidak menunggu hingga kondisi darurat terjadi. Dinas Kesehatan, rumah sakit dan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) diminta mempersiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai penyakit yang berpotensi meningkat akibat perubahan cuaca dan kondisi lingkungan. “Harus siap dan semuanya siaga,” tegasnya.

Menurut bupati, kondisi cuaca yang tidak menentu harus menjadi perhatian bersama. Fasilitas pelayanan kesehatan diminta mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit seperti muntaber dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Selain sektor kesehatan, bupati juga menyoroti dampak kemarau panjang terhadap ketersediaan air bersih. la meminta instansi terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera mengambil langkah konkret dengan membangun koordinasi bersama perusat | -perusahaan yang beroperasi di wilayah Bartim.

Koordinasi tersebut, kata Yamin, dapat diarahkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu penyediaan sumber air bagi masyarakat, salah satunya melalui pembangunan sumur bor.

“Kita harus antisipasi akibat kemarau berkepanjangan. Jangan menunggu sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air,” ujarnya.

Di sisi lain, bupati mengingatkan seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas. “Jangan sembarangan membakar sampah di pekarangan. Kita harus bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” pesannya. (cak/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *