DPRD Gunung Mas

Anggota Dewan Ingatkan Warga Pakai Masker

52
×

Anggota Dewan Ingatkan Warga Pakai Masker

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Gunung Mas Rusmila. foto: ist

Karena Adanya Kabut Asap Akibat Karhutla

KUALA KURUN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menebal di sejumlah wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Masyarakat diminta agar tidak menganggap remeh kualitas udara akibat karhutla tersebut. Sebab di balik asap yang terlihat tipis atau tebal, ada ancaman gangguan kesehatan seperti gangguan pernapasan akut. Untuk itu, bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan sebaiknya pakai masker.

Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas Rusmila mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Menurut dia, musim kemarau yang disertai munculnya kabut asap menjadi alasan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan perlindungan diri. Salah satunya dengan menggunakan masker saat keluar rumah.

“Mengingat daerah kita sering terjadi kebakaran, kabut asap sudah mulai menebal. Untuk itu kami mengimbau masyarakat selalu menggunakan masker saat keluar rumah, sebab rentan terhadap penyakit ISPA,” kata Rusmila, Senin (10/8/2026).

Ia menilai, penggunaan masker mungkin terlihat sederhana, tetapi justru menjadi langkah awal untuk mengurangi paparan asap dan partikel dari kebakaran hutan dan lahan.

Terlebih, masyarakat tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Liling–pangilan akrab Rusmila juga mengingatkan, agar masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan kesehatan baru kemudian mengambil tindakan.

“Selain menggunakan masker, masyarakat juga diharapkan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat serta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing,” katanya.

Karhutla memang membakar lahan, tetapi dampaknya bisa ikut “masuk rumah” melalui udara yang setiap hari dihirup. Karena itu, menjaga kesehatan di tengah musim kemarau dan kabut asap bukan lagi pilihan tambahan, melainkan bagian dari kewaspadaan sehari-hari. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *