PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman lebih diprioritaskan, terutama yang berkaitan langsung dengan akses pendidikan.
Hingga kini masih ditemukan sejumlah anak di Kalteng harus menyeberang menggunakan perahu untuk mencapai ke tempat sekolah.
Sekertaris Komisi III Kalteng, Bryan Iskandar mengatakan pembangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 1 Tumbang Tangoi masih harus menyeberang menggunakan perahu untuk mencapai sekolah.
“Masih ada anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah, karena belum tersedia jembatan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya Jumat (7/8).
SD Negeri 1 Tumbang Tangoi berada di Desa Tumbang Tangoi, Kecamatan Petak Malai. Wilayah tersebut tergolong jauh dari pusat Kabupaten Katingan.
Data pemerintah daerah mencatat ibu kota Kecamatan Petak Malai, Tumbang Baraoi, berjarak sekitar 230 kilometer dari Kasongan.
Jarak yang jauh tersebut masih diperberat kondisi geografis wilayah yang mengandalkan akses darat dan sungai.
Bagi anak-anak di Tumbang Tangoi, perjalanan menuju sekolah tidak selalu mudah karena sebagian harus menyeberangi sungai dengan perahu.
Kondisi ini menunjukkan persoalan infrastruktur di pedalaman tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga menyentuh akses masyarakat terhadap pendidikan.
Bryan menilai jalan dan jembatan harus menjadi bagian penting dalam penyusunan prioritas anggaran.
Pembangunan tidak seharusnya hanya mengejar pemerataan proyek, tetapi diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Lebih baik anggaran difokuskan pada kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Infrastruktur dasar memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup warga, sehingga harus ditempatkan sebagai prioritas pembangunan,” katanya.
Menurutnya, akses pendidikan merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan di daerah.
”Pemerintah perlu memastikan kondisi geografis tidak menjadi penghalang bagi anak-anak pedalaman untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak,” tegas Bryan.
DPRD Kalteng mendorong pemerintah daerah memperkuat pemetaan kebutuhan infrastruktur hingga ke desa-desa terpencil, termasuk kawasan Petak Malai.
Prioritas anggaran diharapkan benar-benar menyasar jalan, jembatan dan fasilitas dasar lain yang dapat membuka akses pendidikan sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat.(sep/*)












