DPRD Gunung Mas

Dewan Ingatkan Warga Waspadai ISPA

62
×

Dewan Ingatkan Warga Waspadai ISPA

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN : Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Gunung Mas, Jumat (7/8/2026) lalu. FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

KUALA KURUN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Gunung Mas. Dalam beberapa hari terakhir, kondisi udara semakin pekat, membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan penderita gangguan pernapasan.

Anggota DPRD Gunung Mas Neni Yuliani mengaku, mulai merasakan dampak kabut asap yang muncul akibat karhutla. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi itu sebagai persoalan sepele.

Menurut Neni, asap karhutla bukan hanya mengganggu jarak pandang, tapi dapat berdampak terhadap kesehatan. Partikel yang terkandung dalam asap berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Bahkan memperburuk kondisi warga yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Dampak dari asap ini, pertama masyarakat akan mudah terserang penyakit ISPA atau gangguan pernapasan. Bagi penderita asma akan mudah sekali kambuh apabila menghirup kabut asap,” ungkap Neni Yuliani, Minggu (9/8/2026).

Secara khusus dia minta orang tua memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, terutama balita. Ketika kabut asap semakin pekat, aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi dan dilakukan hanya apabila benar-benar diperlukan.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, Neni mengimbau, agar menggunakan masker sebagai salah satu bentuk perlindungan. “Misalnya selalu menggunakan masker kalau ke luar rumah. Tapi akan lebih bagus mengurangi aktivitas ke luar rumah saat kabut asap. Kemudian perbanyak minum air putih dan buah-buahan,” sarannya.

Menurut dia, dampak kabut asap juga tidak hanya dirasakan pada saluran pernapasan. Warga yang terpapar asap dapat mengalami mata pedih, pusing, tubuh terasa gerah hingga rasa tidak nyaman akibat kualitas udara yang menurun.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Gumas Waltiana mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berkaitan dengan kabut asap.

Menurut dia, data dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di Gumas hingga kini belum diterima lengkap. Selain itu, kualitas udara juga masih perlu dipastikan melalui koordinasi dengan instansi terkait. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *