Kalimantan TengahUtama

Lulusan Baru Belum Banyak Terserap Dunia Kerja

371
×

Lulusan Baru Belum Banyak Terserap Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah Farid Wajdi.

Angka Pengangguran Tahun 2025 di Kalteng 58.612

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2025 mencapai 58.612 orang.

Di balik angka tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng menyebut lulusan baru atau fresh graduate masih menjadi kelompok yang paling banyak mengisi angka pengangguran.

Jumlah pengangguran terbanyak berada di Kabupaten Kotawaringin Timur 10.114 orang, disusul Kota Palangka Raya 8.175 orang. Sementara jumlah paling sedikit tercatat di Kabupaten Murung Raya, yakni 1.499 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah Farid Wajdi mengatakan, kondisi tersebut merupakan hal yang lazim terjadi, karena para lulusan baru sedang berada dalam masa transisi dari bangku pendidikan menuju dunia kerja.

“Fresh graduate, karena begitu lulus kan belum tentu langsung bekerja. Misalnya ada seribu orang yang diwisuda, mungkin yang sudah memiliki pekerjaan hanya sekitar seratus orang. Sisanya masih mencari pekerjaan selama satu, dua, bahkan tiga bulan,” katanya, Jumat (6/8/2026) lalu.

Menurut Farid, kondisi tersebut membuat lulusan baru otomatis masuk dalam kategori pengangguran hingga memperoleh pekerjaan pertama. Karena itu, angka pengangguran akan selalu bertambah setiap kali memasuki musim kelulusan.

Ia menegaskan, mayoritas pengangguran di Kalteng berasal dari kelompok usia produktif. Sebab data pengangguran dihitung berdasarkan angkatan kerja yang aktif mencari pekerjaan.

Baca Juga : Janji PLN Tak Terpenuhi, Wawali : Gangguan Listrik Tak Bisa Terus Jadi Alasan

Meski demikian, Farid menilai kondisi ketenagakerjaan di Kalteng masih relatif baik. Ia menyebut, tingkat pengangguran terbuka di provinsi ini masih berada di bawah empat persen. Artinya sebagian besar angkatan kerja telah terserap di berbagai sektor.

“Sebagian besar sebenarnya sudah terserap di lapangan kerja. Tingkat pengangguran kita relatif kecil karena masih di bawah empat persen,” ungkapnya.

Farid menjelaskan, tidak seluruh pengangguran disebabkan minimnya lapangan kerja. Sebagian merupakan akibat ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan (mismatch). Sementara sebagian lainnya enggan menerima pekerjaan karena faktor lokasi.

“Ada lowongan, tetapi tidak diminati karena lokasinya jauh. Ada juga lowongan yang tersedia tidak sesuai latar belakang pendidikan atau kompetensi pencari kerja,” jelasnya.

Untuk menekan angka pengangguran, Disnakertrans Kalteng terus menggencarkan pelatihan berbasis kompetensi, pelaksanaan bursa kerja (job fair), hingga memperkuat koordinasi dengan dunia usaha agar lebih aktif membuka dan mengumumkan lowongan pekerjaan. (ifa/ens)

Data Pengangguran di Kalteng Tahun 2025:          

Kalteng            :58.612

Kobar                :   6.546

Kotim                :10.114

Kapuas            :  7.986

Barsel               :  2.972

Batara              :  4.211

Sukamara        :  1.638

Lamandau       :  1.771

Seruyan           :  3.180

Katingan          :  4.035

Pulpisu            :  1.757

Gumas             :  2.461

Bartim              :  2.267

Mura                :  1.499

Palangka Raya:  8.175

Sumber:  BPS Kalteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *