PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Nenie Adriati Lambung minta PT PLN (Persero) memprioritaskan pasokan listrik untuk instalasi perusahaan daerah air minum (PDAM) selama pelaksanaan pemadaman bergilir.
Langkah tersebut dinilai penting agar distribusi air bersih kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan.
Menurut Nenie, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh terdampak akibat pemadaman listrik. Ia menegaskan, jika pasokan listrik ke instalasi PDAM terhenti, maka distribusi air ke rumah-rumah warga juga akan terganggu.
“Kebutuhan air masyarakat sangat penting, terutama untuk rumah tangga. Jangan sampai instalasi PDAM ikut mengalami pemadaman listrik sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat terganggu,” tegas Nenie, Rabu (5/8/2026).
Ia meminta PLN menjadikan instalasi PDAM sebagai objek vital yang diprioritaskan dalam pengaturan pasokan listrik, sebagaimana rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Selain itu, Nenie mengimbau PDAM menyiapkan langkah antisipasi dengan memastikan ketersediaan genset atau sumber listrik cadangan.
Upaya tersebut diperlukan agar pelayanan distribusi air bersih tetap berjalan apabila terjadi gangguan pada jaringan kelistrikan.
Menurut dia, koordinasi antara PLN, PDAM, dan Pemerintah Kota Palangka Raya juga harus diperkuat agar dampak pemadaman listrik tidak merugikan masyarakat.
“Pelayanan air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya. Karena itu, koordinasi antara PLN, PDAM, dan Pemerintah Kota Palangka Raya perlu diperkuat agar masyarakat tidak menjadi pihak yang paling dirugikan akibat pemadaman listrik,” ujarnya.
Nenie berharap komitmen tersebut dapat dijalankan secara konsisten sehingga masyarakat tetap memperoleh layanan air bersih secara optimal meski masih terdapat pemeliharaan maupun gangguan pada sistem kelistrikan. (ifa)












