Utama

Langit Kalteng jadi Arena Perang Udara

428
×

Langit Kalteng jadi Arena Perang Udara

Sebarkan artikel ini
WATER BOMBING : Helikopter water bombing milik BNPB terus hilir mudik menjatuhkan air ke titik-titik karhutla di enam wilayah Kalimantan Tengah, belum lama ini. FOTO: IST

8,72 Juta Liter Air Diguyur ke Titik Api

PALANGKA RAYA – Langit Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam beberapa pekan terakhir tak lagi hanya dipenuhi awan. Dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus hilir mudik memerangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari udara. Ribuan kali air dijatuhkan ke titik-titik api yang sulit dijangkau tim darat.

Sejak mulai beroperasi pada 8 Juli hingga Minggu (26/7), kedua helikopter tersebut telah mengguyurkan 8,72 juta liter air ke kawasan yang terbakar di enam kabupaten/kota, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Kapuas, dan Barito Selatan.

Masifnya operasi udara itu menjadi respons atas meningkatnya ancaman karhutla di Bumi Tambun Bungai. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, luas lahan yang terbakar telah mencapai 710,58 hektare dengan 1.848 hotspot aktif hingga 26 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, dua unit helikopter water bombing merupakan dukungan langsung dari BNPB untuk mempercepat pengendalian karhutla, terutama di kawasan yang sulit ditembus tim pemadam darat.

“Anggaran berasal dari BNPB pusat, sedangkan pemerintah provinsi menerima dukungan unit helikopter untuk digunakan selama penanganan karhutla berlangsung,” ujarnya, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, helikopter jenis Sikorsky EH-60A registrasi ZK-HKU tiba di Kalteng pada 4 Juli 2026, disusul Super Puma SA330J registrasi N-814AR pada 6 Juli. Setelah melalui proses verifikasi, keduanya resmi diterjunkan dalam operasi water bombing sejak 8 Juli.

Menurut Toyib, pemadaman dari udara menjadi strategi penting mengingat banyak titik kebakaran berada di lahan gambut dan kawasan terpencil yang sulit dijangkau kendaraan maupun personel darat.

“Pengalaman selama ini, karhutla sering terjadi di lokasi yang jauh dan sulit dijangkau. Operasi water bombing diharapkan dapat mempercepat pengendalian kebakaran, terutama pada kawasan tersebut,” katanya.

Selama hampir tiga pekan operasi, kedua helikopter telah melaksanakan 43 sorti penerbangan dengan 2.180 kali pengeboman air atau water bombing. Total volume air yang dijatuhkan mencapai 8.720.000 liter.

Air untuk operasi pemadaman diambil dari sumber terdekat dengan lokasi kebakaran, seperti sungai, danau, waduk, embung, maupun kanal. Cara ini dilakukan agar proses pengisian bucket berlangsung lebih cepat sehingga frekuensi penyiraman ke titik api semakin tinggi.

BPB-PK juga memprioritaskan lokasi operasi berdasarkan tingkat keparahan kebakaran, potensi meluasnya api, kemudahan akses, hingga ancaman terhadap masyarakat dan objek vital.

“Salah satu perhatian utama adalah kawasan yang berpotensi mengganggu fasilitas strategis, termasuk wilayah sekitar bandara,” ungkap Toyib.

Meski demikian, operasi udara tidak selalu berjalan mulus. Cuaca yang berubah cepat, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran, serta luasnya lahan gambut yang terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Karena itu, operasi water bombing terus dipadukan dengan pemadaman darat dan patroli lapangan agar upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *