BPBD Peringatkan Dampak Kemarau Seperti 2015 dan 2019
SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya krisis air bersih seiring berlangsungnya musim kemarau di daerah itu. Hingga pertengahan Juli, empat desa telah mengajukan permohonan bantuan air bersih akibat berkurangnya ketersediaan sumber air.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, dampak kekeringan saat ini masih terpusat di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit. Namun kondisi tersebut berpotensi meluas apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya. “Saat ini masih Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) dan Teluk Sampit. Sudah ada empat desa yang mengusulkan air bersih,” katanya, Minggu (19/7/2026).
Empat desa yang mulai terdampak adalah Desa Kuin Permai, Regei Lestari, Lampuyang, dan Jaya Karet. Berkurangnya debit air di wilayah tersebut membuat masyarakat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Multazam menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga lima bulan. Apabila prediksi tersebut terjadi, wilayah terdampak kekeringan diperkirakan akan semakin bertambah, termasuk Kecamatan Pulau Hanaut yang memiliki karakteristik geografis tersendiri.
Ia mengingatkan, kondisi serupa pernah dialami Kotim saat kemarau ekstrem pada 2015 dan 2019. Ketika itu, distribusi air bersih ke Pulau Hanaut harus dilakukan menggunakan kapal karena akses menuju wilayah tersebut hanya dapat ditempuh melalui jalur sungai.
“Kondisi itu pernah kami alami pada 2015 dan 2019 lalu. Karena akses ke Pulau Hanaut melalui jalur sungai, distribusi air bersih menggunakan kapal besar,” jelasnya.
Mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi, BPBD telah menyiapkan langkah koordinasi dengan Perumdam Tirta Mentaya agar penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan secara rutin apabila jumlah wilayah terdampak terus bertambah.
Menurut Multazam, sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. “Kami berharap kondisi lingkungan dan sumber air di daerah seberang masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga distribusi bantuan tidak semakin berat,” pungkasnya. (pri)
Empat Desa Krisis Air Bersih di Kotim:
- Kuin Permai
- Regei Lestari
- Lampuyang
- Jaya Karet. .












