PALANGKA RAYA – Kedatangan Bio, salah satu tersangka utama kasus penembakan yang menewaskan tiga anggota Polri di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kamis (16/7/2026), menyita perhatian. Di tengah pengawalan ketat aparat, seorang perempuan bernama Intan (30) yang mengaku sebagai mantan istri Bio muncul di Bandara Tjilik Riwut dan mengungkap sisi lain kehidupan tersangka yang selama ini tidak banyak diketahui.
Intan mengaku sengaja datang setelah mengetahui Bio dipulangkan ke Palangka Raya dari Jakarta. Meski telah berpisah, ia mengaku masih merasa iba melihat mantan suaminya harus berhadapan dengan proses hukum dalam kasus yang menjadi perhatian nasional tersebut.
Di hadapan awak media, Intan menceritakan bahwa selama membina rumah tangga, Bio dikenal memiliki sifat tempramental. Menurutnya, pertengkaran kerap terjadi hingga membuat hubungan mereka tidak harmonis.
“Kasihan. Karakternya tempramen. Saya tidak tahu pekerjaannya karena dia tidak ingin saya tahu. Kami sering cekcok, saya juga sering pulang ke Palangka,” ungkap Intan menggunakan bahasa banjar.
Ia juga mengaku tidak pernah mengetahui secara pasti aktivitas maupun pekerjaan Bio selama mereka masih bersama. Menurutnya, Bio selalu menutup rapat urusan pekerjaannya sehingga dirinya tidak pernah dilibatkan ataupun diberi penjelasan mengenai sumber penghasilannya.
Sementara itu, Bio bersama dua tersangka lainnya, Ramblan alias Busu dan Perie, tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut pada Kamis siang dengan pengawalan ketat. Setibanya di Palangka Raya, ketiganya langsung digiring menuju kendaraan yang telah disiapkan untuk dibawa ke lokasi pemeriksaan.
Ketiga tersangka sebelumnya ditangkap tim gabungan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Satgas NIC Bareskrim Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Polresta Samarinda di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.45 WITA. Setelah menjalani penanganan awal di Jakarta, perkara tersebut kini dilimpahkan kepada Polda Kalimantan Tengah untuk proses penyidikan lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, Polda Kalimantan Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait kedatangan ketiga tersangka maupun tahapan pemeriksaan setelah pelimpahan penanganan perkara dari Bareskrim Polri. Kasus penembakan yang menewaskan tiga personel Polri di Tumbang Kalemei itu sendiri masih terus dikembangkan penyidik untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan peran masing-masing tersangka. (ter)












