DPRD Kalimantan Tengah

‎Arton :  Jaga Kelestarian Ritual Tiwah

49
×

‎Arton :  Jaga Kelestarian Ritual Tiwah

Sebarkan artikel ini
‎TRADISI : Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong bersama Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, dan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menghadiri Upacara Tiwah di Palangk Raya. DPRD KALTENG UNTUK RADAR KALTENG ‎

‎PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kelestarian Ritual Tiwah sebagai warisan budaya sekaligus bagian dari kehidupan spiritual masyarakat Dayak.

Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Upacara Ritual Keagamaan Tiwah yang digelar Keluarga Besar Upun Gawi di Jalan G. Obos VIII, Kelurahan Bakung, Kota Palangka Raya.

‎Arton menegaskan, Ritual Tiwah memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar prosesi adat. Pelaksanaan Tiwah tidak hanya menjadi bagian dari pengamalan ajaran keagamaan, tetapi juga merupakan upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.

‎Menurutnya, keberadaan Tiwah menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan kepercayaan masyarakat Dayak masih terus hidup di tengah perkembangan zaman. Tradisi tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat rasa persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan, sehingga pelaksanaannya patut mendapat dukungan dari berbagai pihak.

‎

‎Arton menilai, sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan dan representasi masyarakat, DPRD Kalteng memandang pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari pembangunan yang tidak kalah penting dengan pembangunan fisik.

“Ritual adat seperti Tiwah perlu terus didukung karena menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Dayak. Selain memiliki makna religius, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat hubungan antarmasyarakat,” ujarnya, Jumat (10/7).

‎Ia menambahkan, kekayaan adat dan budaya yang dimiliki Kalteng merupakan aset daerah yang harus dijaga bersama. Karena itu, pemerintah, tokoh adat, hingga generasi muda diharapkan memiliki kepedulian untuk merawat tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab bersama karena nilai-nilai tersebut menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki Kalimantan Tengah,” tegas Arton

‎Arton berharap Ritual Tiwah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat Dayak. Ia menilai sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat akan menjadi kekuatan utama untuk memastikan tradisi tersebut tetap lestari, sekaligus memperkuat persatuan, kebersamaan, dan keharmonisan masyarakat di Kalteng.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *