Harapan Anggota Dewan kepada Masyarakat Palangka Raya
PALANGKA RAYA – Keberhasilan penanggulangan tuberkulosis (TBC) tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan saja. Tetapi juga ditentukan oleh dukungan masyarakat terhadap para penderita.
Karena itu, Wakil Ketua II Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Sri Ani Rintuh mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada pasien TBC.
Menurut Sri Ani, penderita TBC membutuhkan dukungan moral dan lingkungan yang kondusif agar dapat menjalani pengobatan secara disiplin hingga tuntas. Ia menilai sikap mengucilkan pasien justru dapat menghambat proses penyembuhan sekaligus meningkatkan risiko penularan penyakit.
“Jangan sampai masyarakat menjauhi atau mengucilkan penderita TBC. Yang dibutuhkan adalah dukungan agar mereka disiplin menjalani pengobatan sampai tuntas sehingga tidak menularkan penyakit kepada orang lain,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan Kelurahan Siaga TBC yang dibentuk Pemerintah Kota Palangka Raya menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat pendampingan terhadap pasien sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan TBC.
Melalui program tersebut, warga yang memiliki gejala atau berisiko terpapar TBC dapat lebih cepat teridentifikasi sehingga segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan.
Sri Ani menegaskan, penanganan TBC tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada tenaga kesehatan. Keterlibatan keluarga, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah di tingkat kelurahan sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan dan pengobatan berjalan optimal.
“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci utama. Jika pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat bergerak bersama, maka target eliminasi TBC di masa mendatang akan lebih mudah dicapai,” pungkasnya. (ifa)












