PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, melakukan reshuffle jajaran pejabat Pemerintah Provinsi dengan melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama hasil uji kesesuaian jabatan (job fit) serta menyerahkan surat penunjukan kepada lima pelaksana tugas (Plt).
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penyesuaian kebutuhan birokrasi agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Berikut nama-nama yang di reshuffle dan dilantik :
1. Dr. Suyuti Syamsul – Dinas Kesehatan menjadi Kepala BKAD
2. Sutoyo – Dinas Penanaman Modal dan PTSP menjadi Kepala Bapenda Kalteng
3. Adiah Chandra Sari – Dinas Perpustakaan dan Arsip menjadi Kadis Kominfosantik Kalteng
4. Eddy Karusman – Dinas Sosial menjadi Kepala disperkimtan Kalteng
5. Syahfiri – Badan Keuangan dan Aset Daerah menjadi Kepala Bapperida
6. Anang Dirjo – Badan Pendapatan Daerah menjadi Asisten kbang
7. Akhmad Husain – Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah menjadi Kepala Dinas Sosial Kalteng
8. Bintarno – Kepala Bagian Bantuan Hukum Biro Hukum Sekretariat Daerah menjadi Karo Hukum
Nama 5 Pelaksana Tugas (Plt) yang diberikan surat penunjukkan :
1. Rangga Lesmana DPMPTSP Kalteng
2. Adi suseno Plt Kepala Disbudpar
3. Verawati Plt. Disdpursip
4. Miko Uria Mapas sebagai Plt Dinkes Kalteng
5. Etty Aprilya sebagai Plt Kabiro Administrasi dan Pemerintahan Setda Kalteng
Dalam sambutannya, Agustiar Sabran menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar proses administratif maupun rotasi jabatan semata, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan yang Saudara emban merupakan amanah yang mengandung tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meningkatkan kinerja organisasi, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan berintegritas,” ujarnya, Kamis (25/6/26).
Ia menjelaskan bahwa melalui proses job fit yang telah dilaksanakan, pemerintah daerah berupaya menempatkan pejabat sesuai kompetensi, pengalaman, dan kebutuhan organisasi. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diharapkan segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja yang nyata serta terukur.
Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Tantangan pembangunan ke depan tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan kerja sama yang kuat antarperangkat daerah, antarpejabat, serta seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Menurutnya, ego sektoral harus dihilangkan dan koordinasi lintas sektor perlu diperkuat agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Agustiar mengingatkan bahwa seluruh pejabat memiliki tanggung jawab mendukung dan mengimplementasikan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur melalui program pembangunan yang terarah, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Ia juga menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah. Meski demikian, efisiensi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik maupun mengurangi semangat dalam mencapai target pembangunan.
“Efisiensi anggaran harus menjadi momentum untuk memperkuat inovasi, meningkatkan produktivitas, serta memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran, tepat manfaat, dan memberikan dampak optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Agustiar mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk memperkuat kolaborasi, saling mendukung, dan membangun budaya kerja yang adaptif, responsif, serta berorientasi pada penyelesaian masalah.
“Fokuslah pada hasil, bukan sekadar proses. Dengan kerja sama yang solid, saya yakin berbagai tantangan yang ada dapat kita hadapi dan kita ubah menjadi peluang untuk mempercepat kemajuan daerah,” tandasnya. (ifa/)












