DPRD Gunung Mas

Harus Bisa Lirik Pertanian Modern

71
×

Harus Bisa Lirik Pertanian Modern

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Gunung Mas Sahriah.

Dewan Minta Kaum Milenial Tinggalkan Gengsi

KUALA KURUN – Di tengah tren anak muda yang berlomba mencari pekerjaan di perkantoran atau dunia digital, peluang besar justru masih terbuka lebar di bidang pertanian. Sayangnya, sektor yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan ini masih belum banyak dilirik kalangan milenial di Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

Anggota DPRD Gunung Mas Sahriah menilai, generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi modern.

“Wilayah Kabupaten Gunung Mas sangat luas dan memiliki banyak lahan yang potensial untuk pertanian. Karena itu, kami mengajak kaum milenial untuk mulai melirik sektor ini sebagai peluang usaha dan masa depan yang menjanjikan,” kata Sahriah, Rabu (24/6/2026).

Politikus Partai Gerindra tersebut mengatakan, stigma bahwa bertani identik dengan pekerjaan tradisional sudah saatnya ditinggalkan. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat aktivitas pertanian kini jauh lebih mudah, efisien, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Saat ini, petani tidak lagi hanya mengandalkan tenaga manual. Berbagai peralatan modern, mulai dari pengolahan lahan hingga panen, telah tersedia dan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

“Kalau dikelola dengan baik dan memanfaatkan teknologi yang ada, sektor pertanian bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Anak muda bisa menjadi petani modern yang sukses dan mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah komoditas seperti jagung, padi, singkong, hingga berbagai tanaman perkebunan memiliki prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan di Kabupaten Gunung Mas. Kondisi geografis dan ketersediaan lahan menjadi modal besar yang harus dimanfaatkan secara optimal.

Menurut Sahriah, generasi muda saat ini dikenal sangat akrab dengan teknologi digital. Kemampuan tersebut seharusnya dapat menjadi nilai tambah untuk mengembangkan usaha pertanian yang lebih inovatif, mulai dari pemasaran hasil panen hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern.

“Anak-anak muda sekarang sangat paham teknologi. Kenapa tidak memanfaatkan kemampuan itu untuk mengembangkan pertanian? Selain membantu ketahanan pangan, juga bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru,” jelasnya.

Ia berharap kaum milenial tidak lagi memandang sektor pertanian sebagai pekerjaan yang kurang bergengsi. Justru di era sekarang, pertanian modern menjadi salah satu sektor yang memiliki peluang besar untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan.

“Kami mengajak generasi muda untuk berani mengambil peluang yang ada. Jangan malu menjadi petani atau pekebun. Justru dari sektor inilah kita bisa ikut membangun daerah, menciptakan kemandirian ekonomi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tandasnya. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *