Lamandau

Rizky Tunjukan Cara Mengolah Daging Durian Lokal

52
×

Rizky Tunjukan Cara Mengolah Daging Durian Lokal

Sebarkan artikel ini
DURIAN : Warga dari berbagai desa di Kabupaten Lamandau mengantarkan buah durian ke Rumah Jabatan Bupati Lamandau dan diterima Bupati Rizky Aditya Putra, beberapa waktu lalu. FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

NANGA BULIK – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menunjukkan langsung cara mengolah daging buah durian menjadi lompuk kepada anak-anak pramuka di rumah jabatan bupati setempat, beberapa waktu lalu.

Kegiatan itu disambut antusias sekaligus menjadi upaya mengenalkan sejak dini potensi olahan pangan lokal yang bisa menjadi sumber ekonomi kreatif masyarakat Lamandau.

Musim panen raya durian lokal di Kabupaten Lamandau membawa berkah bagi masyarakat setempat. Hampir di setiap desa pada kecamatan yang ada di Lamandau, buah berduri ini melimpah ruah hingga memenuhi pasar tradisional dan pinggir jalan. Namun melimpahnya hasil panen justru membuat harga durian mengalami penurunan drastis.

Saat ini, harga durian lokal di pasaran terpantau hanya berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp30 ribu per buah, tergantung ukuran dan kualitas. Kondisi ini membuat masyarakat bisa menikmati durian dengan harga murah. Namun di sisi lain para petani harus menerima penurunan nilai jual hasil panen mereka.

Selain harga yang turun, durian lokal juga memiliki tantangan tersendiri. Jika disimpan terlalu lama, kulit buah akan mudah terbuka dengan sendirinya dan dagingnya cepat membusuk apabila tidak segera dikonsumsi. Hal itu membuat para petani dan penjual harus bergerak cepat untuk memasarkan hasil panen mereka.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjual durian dalam bentuk buah segar. Tapi mengolahnya menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Menurutnya, potensi durian lokal Lamandau sangat besar jika dikelola dengan kreatif.

“Durian kita sedang melimpah, jangan sampai banyak yang terbuang percuma. Selain dimakan langsung, ini bisa diolah menjadi makanan yang lebih tahan lama dan nilai jualnya lebih tinggi,” kata Rizky saat mengedukasi masyarakat di rumah jabatan bupati, kemarin.

Ia menjelaskan, selain dibuat menjadi tempoyak, durian juga dapat diolah menjadi lompuk atau dodol durian yang memiliki daya simpan lebih panjang. Secara tidak langsung, bupati menilai langkah ini dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga sekaligus membantu menstabilkan harga saat musim panen. (han/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *