DPRD Kalimantan Tengah

‎Arton Terima Gelar Adat Daya Tertinggi

145
×

‎Arton Terima Gelar Adat Daya Tertinggi

Sebarkan artikel ini
‎PENGHARGAAN : Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong saat terima gelar adat tertinggi Dayak diperingatan Hari Jadi Kalteng ke-69, Sabtu(23/5).

‎PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong, menerima gelar adat Dayak tertinggi. Penganugerahan diserahkan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang juga Ketua Umum DAD bertepatan pada  peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng  di halaman Kantor Gubernur Kalteng akhir pekan lalu.

‎“Gelar adat ini tentu menjadi kehormatan besar bagi saya, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata untuk masyarakat. Saya ingin penghargaan ini menjadi pengingat agar terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dan menjaga nilai budaya Dayak di Kalteng,” kata Arton usai prosesi adat.

‎Dalam penganugerahan itu, Arton menerima gelar “Mantir Hai Antang Tahunjung Bajela Ruhung, Duhung Kurik Nguit Lawang Langit, Pulang Ringgit Tangkurias Hawun, Teras Nyusun Rujin Lewu, Kajang Lumbah Kalteng.” Gelar ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mengawal kepentingan masyarakat serta menjaga adat dan budaya Dayak.

‎Arton menilai momentum Hari Jadi ke-69 Kalteng tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersamaan di tengah pembangunan daerah yang terus berjalan. Menurutnya, pembangunan harus dirasakan hingga pelosok dan tidak boleh mengabaikan nilai budaya yang selama ini menjadi identitas masyarakat Dayak.

‎“Kami di DPRD akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah supaya pembangunan benar-benar merata. Jangan sampai masyarakat di wilayah pedalaman merasa tertinggal, karena semua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian pembangunan,” ujarnya.

‎Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. “Kemajuan teknologi dan pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian adat. Kalau budaya dijaga, maka jati diri daerah juga tetap kuat,” tegasnya.

‎Arton berharap semangat Huma Betang tetap menjadi pegangan seluruh masyarakat dalam menjaga persatuan dan gotong royong. Ia meminta seluruh elemen daerah terus bersama-sama mendukung pembangunan Kalteng tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *