Murung Raya

DLH Gelar Workshop Pengelolaan Sampah

91
×

DLH Gelar Workshop Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini
SALAM LESTARI: Foto Bersama usai dibukanya kegiatan Workshop Pengelolaan Sampah Organik di Aula Kantor Kemenag Kota Puruk Cahu, Selasa (19/5/2026). Foto : Yudi/RK

PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Workshop Diseminasi Pengelolaan Sampah Organik, Selasa (19/5/26) di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Puruk Cahu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik di lingkungan rumah tangga.
Workshop tersebut merupakan hasil kerja sama antara DLH Kabupaten Murung Raya dan PT AlamTri Geo (Adaro) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya produksi sampah di Kabupaten Murung Raya.
Asisten I Setda Murung Raya, Rahmat K Tambunan, yang membuka kegiatan sekaligus membacakan sambutan Bupati Murung Raya, menyampaikan bahwa produksi sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 40 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 40 persen merupakan sampah rumah tangga atau sampah organik.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya bersama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik, sekaligus mengurangi kebiasaan membuang sampah di bantaran sungai.
Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada pihak swasta yang telah mendukung pengelolaan lingkungan melalui penyediaan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (3R) di Desa Batu Tojah dan Pesantren Karya Pembangunan, serta mendukung pelaksanaan workshop tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Murung Raya, Donal, melalui Ketua Panitia kegiatan yang juga Kabid Persampahan dan Limbah B3, Fiterson, mengatakan bahwa workshop ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong kemandirian rumah tangga dalam mengolah limbah dapur, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pertanian ramah lingkungan.
“Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjadi perubahan pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga,” pungkasnya. (udi/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *