PALANGKA RAYA – Sempat ditiadakan sementara akibat efisiensi anggaran, kegiatan Huma Betang Night akhirnya kembali dilaksanakan bersamaan dengan peresmian ruang terbuka hijau (RTH). Agenda mingguan tersebut disambut positif masyarakat dan sejumlah pelaku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang.
Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono mengatakan, keberadaan Huma Betang Night (HBN) memiliki sisi positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. “Kita berharap ekonomi kreatif dan UMKM bisa berjalan. Sisi positifnya ada di situ. Tetapi pemerintah juga harus mencari kebijakan agar UMKM ini tetap hidup tanpa harus selalu ada Huma Betang Night,” ujarnya, Selasa(19/5).
Menurutnya, momentum peresmian RTH yang dibarengi dengan kembali digelarnya Huma Betang Night dapat menjadi langkah awal pemerintah dalam menyediakan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan rekreasi warga, RTH juga diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat melalui keberadaan UMKM.
Purdiono menilai pemerintah daerah tidak harus selalu menghadirkan kegiatan besar dan mewah untuk membantu masyarakat kecil. Yang terpenting, kata dia, adalah bagaimana pelaku UMKM diberikan fasilitas dan ruang agar tetap dapat berjualan dan memperoleh penghasilan. “Tidak perlu acara yang mewah. Yang penting UMKM difasilitasi untuk berjualan. Ada tempat masyarakat berkumpul, menikmati RTH, lalu UMKM-nya juga jalan,” katanya.
Ia juga memahami bahwa setiap kebijakan pemerintah pasti memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan saat ini. Namun demikian, pemerintah tetap dituntut mampu mengambil keputusan yang bijak agar manfaat pembangunan bisa dirasakan masyarakat luas. “Kalau untuk menyenangkan semua orang itu tidak bisa. Pasti ada pro dan kontranya. Itu tugas pemimpin bagaimana membijaksanakannya,” tegasnya.
Purdiono berharap pemerintah daerah terus memaksimalkan pemanfaatan ruang publik sebagai sarana penggerak ekonomi masyarakat. Dengan kebijakan yang tepat, ia optimistis UMKM di Kalimantan Tengah dapat terus tumbuh meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.(sep/*)












