SAMPIT – Proyek penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), harus beradaptasi dengan kondisi pasar. Lonjakan tajam harga material, terutama kabel listrik, memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian desain tanpa menambah anggaran.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah mengungkapkan, proyek tersebut tetap menjadi program strategis daerah. Namun dinamika harga yang berubah signifikan dibandingkan saat penyusunan awal membuat perhitungan anggaran harus dikaji ulang.
“Awalnya kami sudah menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) berdasarkan harga 2025. Bahkan sempat direncanakan untuk direview Inspektorat dan didampingi kejaksaan. Tapi karena harga material naik cukup drastis, kami harus menyesuaikan lagi,” ujar Raihansyah, Senin (4/5/2026).
Ia menyebutkan, kenaikan paling mencolok terjadi pada kabel listrik yang melonjak hingga 100–120 persen. Kondisi ini berdampak langsung pada struktur biaya proyek yang telah dirancang sebelumnya.
Di tengah keterbatasan anggaran sebesar Rp2,3 miliar yang tidak memungkinkan untuk ditambah, Dishub memilih langkah realistis dengan melakukan penyesuaian teknis. Salah satunya adalah mengurangi jumlah tiang PJU tanpa mengubah spesifikasi utama.
“Kalau menambah anggaran sudah tidak memungkinkan, apalagi proyek ini sudah berjalan. Untuk perubahan anggaran juga waktunya tidak cukup. Jadi solusi yang kami ambil adalah efisiensi di desain,” tegasnya.
Dalam rencana awal, pemasangan PJU di sepanjang 3,2 kilometer Jalan Kapten Mulyono, mulai dari simpang Jalan MT Haryono hingga simpang Jalan Mohammad Hatta ditargetkan sebanyak 82 titik tiang. Namun, dengan penyesuaian tersebut, jumlah tiang akan dikurangi dan jarak antar tiang diperlebar.
“Awalnya jarak antar tiang 40 meter, sekarang menjadi 50 meter. Harapannya pencahayaan tetap optimal dan saling terhubung,” jelasnya.
Meski mengalami perubahan desain, pemerintah memastikan kualitas penerangan tetap menjadi perhatian utama. Proyek ini dinilai krusial karena Jalan Kapten Mulyono termasuk kawasan yang rawan kecelakaan, terutama pada malam hari akibat minimnya penerangan.
Dengan hadirnya PJU yang memadai, diharapkan tingkat keselamatan pengguna jalan dapat meningkat signifikan.
Dishub Kotim pun menargetkan proses tender proyek rampung pada Mei 2026. Jika berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik akan mulai dikerjakan pada Juni hingga Juli mendatang. “Target kami Mei ini tender selesai, sehingga pertengahan tahun sudah mulai pengerjaan di lapangan,” tandasnya. (pri/ens)












