Hukum KriminalUtama

Antara Perampokan atau Misteri Lain

288
×

Antara Perampokan atau Misteri Lain

Sebarkan artikel ini
PENANGANAN : Polsek Baamang sudah menangani kehilangan dana KUD Harapan Makmur miliaran rupiah bersama bendaharanya, Jumat (24/4/2026). ‎APRI/RADAR KALTENG

Bendahara KUD di Kotim Hilang Bersama Dana Miliaran Rupiah

SAMPIT – Harapan ratusan anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Harapan Makmur, Desa Bandar Agung, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), untuk menerima pembagian sisa hasil kebun (SHK) kini diliputi tanda tanya besar, setelah bendahara koperasi berinisial AS dilaporkan hilang bersama dana miliaran rupiah.

‎‎Kisah ini bermula dari perjalanan rutin yang berubah menjadi teka-teki. AS bersama sejumlah pengurus koperasi berangkat ke Sampit untuk mengambil dana SHK di salah satu bank. Uang tersebut rencananya akan segera didistribusikan kepada anggota koperasi di desa.

‎Rombongan pengurus lain telah lebih dulu kembali ke Desa Bandar Agung Rabu (22/4/2026). Sementara AS, yang membawa uang dalam jumlah besar, tak kunjung tiba. Upaya menghubungi yang bersangkutan pun tak membuahkan hasil.

“Kami mulai khawatir karena tidak ada kabar sama sekali. Telepon tidak aktif, dan yang bersangkutan juga tidak bisa dihubungi,” ungkap Kepala Desa Bandar Agung, Slamet, pada Kamis malam (23/4/2026).

‎Kekhawatiran itu mendorong pihak koperasi dan pemerintah desa kembali ke Sampit untuk melakukan pencarian. Namun bukan jawaban yang mereka temukan, melainkan sebuah petunjuk yang justru memperdalam misteri.

‎Mobil yang digunakan AS ditemukan terparkir di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 9, Kecamatan Baamang, dalam kondisi rusak parah. Tidak ada tanda-tanda keberadaan sang bendahara di sekitar lokasi. “Mobil ditemukan rusak, tapi orangnya tidak ada. Ini yang membuat kami semakin cemas,” tambah Slamet.

‎Tanpa menunggu lama, pihak desa bersama koperasi langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dugaan pun bermunculan. Mulai dari kemungkinan tindak kriminal seperti perampokan hingga skenario lain yang belum terungkap.

‎Kapolsek Baamang Iptu Helmi Hamdani membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dan langsung mengambil langkah awal penyelidikan.

“Benar, laporan sudah kami terima. Kendaraan juga sudah diamankan di polsek untuk kepentingan penyelidikan,” ujar Ipda Helmi saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).

‎Meski demikian, polisi belum dapat memastikan motif di balik peristiwa ini. Proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Apakah ini murni kecelakaan, tindak kejahatan, atau ada faktor lain yang melatarbelakangi hilangnya AS beserta dana koperasi itu.

‎Di tengah ketidakpastian, harapan masyarakat Desa Bandar Agung kini bertumpu pada aparat penegak hukum. Mereka berharap misteri ini segera terkuak dan dana yang menjadi hak anggota koperasi dapat kembali.

‎Kasus ini pun menjadi perhatian serius. Bukan hanya karena nilai kerugian yang fantastis, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana bersama.

‎Hingga kini, keberadaan AS masih belum diketahui, dan teka-teki di balik mobil rusak di tepi Jalan Tjilik Riwut terus menyisakan banyak pertanyaan. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *