Utama

Rekaman Permintaan Uang Kejari Kobar Tidak Benar

644
×

Rekaman Permintaan Uang Kejari Kobar Tidak Benar

Sebarkan artikel ini
BERIKAN KETERANGAN: Gerakan Reformasi Kejaksaan menyampaikan keterangan kepada awak media usai pertemuan di Kejati Kalteng, Kamis malam (16/4/2026). Mereka mengapresiasi keterbukaan institusi, namun tetap mendesak agar dugaan dalam rekaman video viral diusut tuntas melalui proses hukum. RICKY THEODORUS/RADAR KALTENG

Massa Tetap Desak Penanganan Tuntas Rekaman Suara Viral

PALANGKA RAYA – Keterbukaan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam merespons dugaan rekaman video viral menuai apresiasi dari Gerakan Reformasi Kejaksaan. Sikap tersebut dinilai sebagai langkah awal yang positif dalam menjaga transparansi di tengah sorotan publik.

Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan Reformasi Kejaksaan Darmanto menyampaikan apresiasi tersebut usai pertemuan dengan Kejati Kalteng, Kamis (16/4/2026) lalu. Ia menilai, ruang yang diberikan untuk menyampaikan aspirasi dan klarifikasi menjadi bagian penting dalam proses penegakan hukum yang terbuka.

Meski demikian, Darmanto menegaskan apresiasi tersebut tidak mengurangi tuntutan agar kasus tersebut diusut secara tuntas. Ia mengingatkan substansi persoalan tetap harus menjadi perhatian utama. Terutama terkait dugaan praktik yang merugikan pihak tertentu.

Ia juga meluruskan isu yang berkembang terkait sosok dalam rekaman tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak pernah secara langsung menyebut individu itu sebagai oknum jaksa, melainkan seseorang yang diduga memiliki keterkaitan dengan lingkungan Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat (Kobar).

“Kami tidak pernah menyatakan bahwa itu oknum jaksa. Namun karena nama institusi kejaksaan disebut, maka sudah sewajarnya dilakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran dan menjaga marwah lembaga,” tegasnya kepada awak media.

Sementara itu, massa aksi lainnya, Afan, mengungkapkan bahwa rekaman yang beredar diperoleh dari keluarga tersangka. Identitas sumber sengaja dirahasiakan guna menjaga keamanan dan privasi yang bersangkutan.

Dalam rekaman tersebut, terdengar adanya permintaan sejumlah uang oleh sosok yang diduga bernama Halili tanpa penjelasan yang jelas mengenai dasar atau mekanisme hukumnya. Hal tersebut memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan situasi untuk kepentingan pribadi.

Afan pun mendesak agar Kejati Kalteng tidak berhenti pada tahap klarifikasi semata. Ia meminta adanya langkah konkret berupa pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam rekaman guna memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

“Proses hukum harus tetap berlangsung. Kami meminta pihak kejaksaan segera memanggil saudara Halili untuk dimintai keterangan dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kalteng Hendri Hanafi mengungkapkan, pihaknya telah memanggil dan memeriksa pria dalam video tersebut. Sosok itu diketahui merupakan seorang kontraktor bernama Halili yang suaranya terdengar dalam rekaman yang beredar.

Dalam proses klarifikasi, Halili mengakui bahwa suara dalam rekaman tersebut adalah miliknya. Namun, ia dengan tegas membantah adanya keterlibatan maupun penyebutan oknum jaksa sebagaimana narasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Beliau menyatakan secara tegas bahwa itu adalah suaranya, namun tidak melibatkan jaksa sebagaimana narasi yang beredar. Pak Halili juga mengaku tidak pernah menyebut nama jaksa dari Kejari Kobar dalam konteks permintaan uang atau penghentian kasus,” ungkapnya, Sabtu siang (18/4/2026).

Hendri menjelaskan, percakapan dalam rekaman tersebut terjadi melalui sambungan telepon. Saat itu, Halili dihubungi oleh seseorang yang meminta bantuan untuk menjembatani penyelesaian perkara hukum yang menjerat seorang bernama Haji Romy. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *