MURUNG RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) telah menerapkan kebijakan pola kerja dari rumah Work From Home (WFH) satu hari dalam satu minggu, Jumat (10/4) pekan lalu. Kebijakan pemerintah pusat itu sebagai upaya untuk melakukan efisiensi penggunaan energi.
Mewakili Bupati Murung Raya, Wakil Bupati Rahmanto Muhidin menegaskan WFH Bukan Libur Panjang. Ini soal dsiplin dan efisiensi negara karena persediaan bahan energi yang lagi kurang akibat konflik di Timur Tengah.
“Saya perlu menegaskan dengan sangat jelas: kebijakan ini jangan sampai disalahartikan sebagai “long weekend” yang dibungkus rapi dengan istilah modern,” kata Rahmanto dalam akun media sosial pribadinya, belum lama ini.
WFH bukan ruang untuk melonggarkan tanggung jawab. Ia adalah bentuk penyesuaian kerja yang lahir dari semangat efisiensi anggaran, agar belanja operasional pemerintah dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Negara, lanjut Rahmanto sedang menata setiap rupiah dengan cermat, dan ASN harus menjadi garda terdepan dalam memberi teladan atas kedisiplinan itu.
“Saya mengingatkan seluruh ASN, bekerja dari rumah tetaplah bekerja. Target, tanggung jawab, pelayanan, dan integritas tidak ikut libur hanya karena meja kerja berpindah dari kantor ke rumah. Jangan sampai kebijakan yang baik ini justru kehilangan makna karena salah dipahami sebagai kesempatan memperpanjang akhir pekan,” tuturnya.
Masyarakat, kata Rahmanto menaruh harapan pada aparatur pemerintah. Ia mengajak para ASN menjaga kepercayaan tersebut dengan etos kerja yang sama kuatnya, di kantor maupun di rumah. Efisiensi anggaran hanya akan bermakna bila diiringi efisiensi sikap, disiplin waktu, dan kesungguhan dalam melayani rakyat.
“Pemerintah boleh menghemat biaya, tetapi semangat pengabdian tidak boleh ikut dipangkas,” pungkasnya. (udi/to)
Rahmanto Ingatkan ASN WFH Bukan Libur Panjang












