Utama

Aksi Heroik Berujung Duka

292
×

Aksi Heroik Berujung Duka

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI : Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah Bripda Vikma Setiawan dan Aleksandro Brianonggasa di Sungai Barito, Kabupaten Barito Utara, Selasa (7/4/2026). FOTO TIM SAR

Polisi dan ABK Tewas Tenggelam di Sungai Barito

MUARA TEWEH – Malam di Sungai Barito berubah menjadi tragedi memilukan. Dua pria, satu di antaranya anggota Polri, meregang nyawa setelah terseret arus deras saat insiden di area PT MPG, Kabupaten Barito Utara.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palangka Raya mengungkap, peristiwa itu bermula saat Kapal Mitra Jaya V melakukan manuver untuk bersandar di Dermaga Ujung guna memuat crude palm oil (CPO).

Namun proses sandar yang seharusnya rutin itu berubah mencekam. “Diduga terjadi benturan keras saat kapal merapat. Bripda Vikma Setiawan yang tengah menjalankan tugas pengamanan terpental dan jatuh ke sungai,” ungkap Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana, Senin (6/4/2026).

Melihat rekannya jatuh, Aleksandro Brianonggasa (25), seorang anak buah kapal (ABK) asal Nusa Tenggara Timur, tak berpikir panjang. Dengan naluri kemanusiaan, ia langsung melompat ke sungai untuk menyelamatkan Bripda Vikma. Aksi heroik Aleksandro itu untuk membantu Bripda Vikma yang terjatuh lebih dulu ke air.

Namun keberanian itu harus dibayar mahal. Derasnya arus Sungai Barito pada malam hari menjadi lawan yang tak mampu ditaklukkan. Keduanya justru terseret arus dan hilang dari permukaan air dalam hitungan detik. “ABK Aleksandro berupaya menolong, tetapi keduanya tenggelam dan terbawa arus,” ungkap Ketut.

Operasi pencarian besar-besaran pun digelar tim SAR gabungan selama dua hari. Harapan menemukan korban dalam keadaan selamat perlahan pupus.

Pada Selasa pagi (7/4/2026), duka itu mencapai puncaknya. Pada pukul 08.31 WIB, jasad Bripda Vikma ditemukan mengapung sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian. Tak lama berselang, pukul 09.42 WIB, jasad Aleksandro juga ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal mereka jatuh. “Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Koordinator Lapangan Basarnas Indra Saputra, kemarin.

Jenazah Bripda Vikma langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara jenazah Aleksandro dibawa ke RSUD Muara Teweh.

Sekadar diketahui, insiden tragis ini terjadi pada Sabtu malam (4/4/2026) sekitar pukul 21.15 WIB. Sebelum kejadian, sebuah rakit berbahan drum yang mengangkut empat orang dilaporkan terbalik di kawasan dermaga PT MPG.

Hingga kini, penyebab pasti terbaliknya rakit tersebut masih dalam penyelidikan. Fokus utama tim selama ini tertuju pada upaya pencarian korban yang hilang.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit tentang risiko tinggi di perairan Sungai Barito, sekaligus menyisakan kisah heroik yang berujung duka. Ketika niat menolong justru mengantarkan dua nyawa pada akhir perjalanan mereka. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *