Nasional

Keluarga Ungkap Detik-detik Praka Farizal Gugur di Lebanon: Meninggal Usai Izin Salat ke Istri

243
×

Keluarga Ungkap Detik-detik Praka Farizal Gugur di Lebanon: Meninggal Usai Izin Salat ke Istri

Sebarkan artikel ini
Praka Farizal Rhomadhon bersama istri dan anak. (instagram Praka Farizal)

Kabar duka menyelimuti keluarga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Praka Farizal Rhomadhon, salah satu dari tiga prajurit yang dinyatakan gugur akibat eskalasi konflik di Lebanon Selatan, meninggalkan cerita menyentuh di detik-detik terakhirnya.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir Praka Farizal dilakukan bersama sang istri tepat sebelum insiden maut tersebut terjadi.

Kakak ipar almarhum, Moh. Fitra Abdul Aziz, menceritakan bahwa adik iparnya tersebut masih menjalin kontak dengan keluarga di tanah air sebelum dikabarkan meninggal dunia. Tak ada firasat buruk yang dirasakan keluarga sebelumnya.

“Tadi adiku konfirmasi kalau beliau Farizal meninggal sesaat setelah izin mau sholat ke istrinya,” ungkap Fitra kepada JawaPos.com.

Kepergian yang mendadak ini mengejutkan seluruh anggota keluarga. Padahal, pagi harinya mereka masih beraktivitas seperti biasa sebelum akhirnya menerima kabar duka dari markas besar.

Sosok Ayah Penyayang dan Pejuang Perdamaian

Di mata keluarga, Praka Farizal dikenal sebagai sosok yang sangat hangat dan berdedikasi tinggi. Menjadi bagian dari pasukan perdamaian dunia adalah impian yang berhasil ia wujudkan tahun lalu.

“Beliau orangnya baik, sangat sayang sama keluarga, khususnya anak istrinya, tiap hari mesti telfonan sama anaknya, dan emang cita-cita beliau untuk jadi tentara perdamaian dunia, dan tahun lalu pas ada seleksi, alhamdulillahnya lolos tugas di Lebanon,” kenang Fitra.

Almarhum juga sudah memiliki rencana besar setelah menyelesaikan masa tugasnya di Lebanon yang dijadwalkan berakhir pada Mei ini. “Rencana sepulangnya tugas beliau mau lanjut pendidikan dan ingin tugas dinas di Jogja,” tambahnya.

Harapan Pulang ke Indonesia di Bulan Mei

Sebelum berangkat menjalankan misi bersama UNIFIL, Praka Farizal sempat meminta doa restu kepada seluruh keluarga agar diberikan keselamatan selama bertugas di area konflik.

“Kalau pribadi ke saya ngga ada mungkin ke istrinya, tapi sebelum berangkat pastinya berpamitan kepada keluarga minta doa semoga selama tugas di pasukan UNFIL diberi kelancaran, keselamatan, bisa balik ke Indonesia lagi, dan kabarnya bulan Mei ini kalau ngga diperpanjang akan pulang ke Indonesia,” tambahnya.

Namun takdir berkata lain. Praka Farizal gugur bersama dua rekan lainnya, Kapten Infanteri Zulmi dan Sertu Ihwan, di tengah meningkatnya intensitas pertempuran antara Israel dan Hizbullah di wilayah Blue Line, Lebanon Selatan.

Investigasi PBB dan Kondisi Prajurit Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *