Utama

Ratusan Warga Natai Baru Krisis Air Bersih

493
×

Ratusan Warga Natai Baru Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
KERING : Embung yang biasa menyediakan air untuk warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat terlihat kering beberapa hari terakhir. FOTO HUMAS BPBD KOBAR

Belum Masuk Kemarau, Embung Sumber Air Utama Mengering

BPBD Kobar Turun Tangan, Beri Bantuan Darurat

PANGKALAN BUN – Walaupun belum masuk musim kemarau, namun dampaknya sudah terasa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).  Ratusan warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, kini menghadapi krisis air bersih setelah sumber air utama mereka mengering.

Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat embung yang selama ini menjadi andalan warga tak lagi mampu menyuplai kebutuhan air. Kondisi ini memaksa warga bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Laporan kekeringan tersebut diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar melalui Posko TRC pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Menindaklanjuti laporan dari pemerintah desa, tim reaksi cepat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Data sementara menunjukkan, warga terdampak tersebar di sejumlah RT. Di antaranya RT 01 ada 32 kepala keluarga atau 128 jiwa, RT 03 ada 23 kepala keluarga dengan 78 jiwa, serta beberapa RT lain yang masih dalam proses pendataan. Total kebutuhan air bersih di desa tersebut diperkirakan mencapai sekitar 16.000 liter per hari.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kobar melalui Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Andan Santana mengatakan, pihaknya segera menyalurkan bantuan air bersih guna mengurangi beban warga.

Sekitar pukul 11.00 WIB, tim bergerak ke lokasi dengan membawa dua unit mobil tangki. Distribusi dilakukan menggunakan peralatan pendukung seperti selang, nosel, dan konektor untuk mengalirkan air ke tandon yang telah disiapkan warga.

“Kami berkoordinasi dengan perangkat desa, ketua RT, serta pengelola sistem penyediaan air minum setempat. Air bersih didistribusikan secara bertahap ke titik-titik yang paling membutuhkan,” ujar Andan.

Hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak 12.000 liter air bersih berhasil disalurkan tanpa kendala berarti. Namun jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga.

BPBD Kobar mengakui distribusi air bersih belum menjangkau semua wilayah terdampak. Pemerintah desa pun telah mengajukan permintaan agar suplai air kembali dilakukan pada hari berikutnya. “Sebagian warga masih belum terlayani, sehingga distribusi lanjutan sangat diperlukan,” tambahnya.

Selain menyalurkan bantuan, tim BPBD juga meninjau langsung kondisi embung di desa tersebut. Hasilnya, embung yang menjadi sumber air utama warga kini dalam kondisi kering.

Kondisi ini mempertegas bahwa krisis air di Desa Natai Baru bukan lagi ancaman, melainkan sudah menjadi kenyataan yang harus segera ditangani secara berkelanjutan. Terutama jika musim kemarau masih berlangsung dalam waktu lama. (fit/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *