Kesehatan

3 Langkah Penting untuk Mendeteksi Tumor Payudara, Waspadai Gejalanya

223
×

3 Langkah Penting untuk Mendeteksi Tumor Payudara, Waspadai Gejalanya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi deteksi tumor payudara. (Freepik)

Tumor payudara masih menjadi salah satu penyakit yang menghantui masyarakat khususnya perempuan.  Tumor payudara umumnya tidak disadari penderita. Padahal gejala awal tumor pada payudara bisa terlihat.

Diungkapkan dr. Ivan Rinaldy, Sp.B, Subsp.Onk (K), Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong, benjolan pada payudara perlu dapat diperhatian serius. Walaupun tidak semua benjolan berarti tumor, tapi diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Terlebih, ungkap dr. Ivan, jika mengalami beberapa gejala yang menunjukkan kecurigaan akan adanya tumor payudara. Seperti adanya benjolan baru di payudara atau ketiak, biasanya terasa keras, tidak beraturan, dan tidak hilang setelah menstruasi.

Lalu gejala perubahan bentuk atau ukuran payudara, yakni salah satu payudara tampak berbeda atau terasa lebih berat. Gejala lainnya yang perlu diwaspadai adalah perubahan pada kulit payudara, kulit terlihat menebal, berkerut seperti kulit jeruk, atau kemerahan yang tidak membaik.

“Puting tertarik ke dalam atau berubah bentuk, keluar cairan dari puting, terutama bila berdarah dan bukan dalam kondisi menyusui. Dan Luka pada payudara yang tidak sembuh-sembuh,” ujar dr. Ivan.

Menariknya, tidak semua tumor payudara menimbulkan rasa nyeri. Dikatakan dr. Ivan, banyak pasien datang karena menemukan benjolan yang sebenarnya sudah ada cukup lama, tetapi tidak terasa sakit sehingga dianggap tidak berbahaya.

“Padahal, tumor payudara, terutama yang ganas, tidak selalu menimbulkan nyeri pada tahap awal. Karena itu, setiap benjolan baru yang menetap harus diperiksakan,” jelas dr. ivan.

Deteksi Dini hingga Pemeriksaan

Untuk mendeteksi tumor payudara bisa dilakukan sendiri di rumah hingga pemeriksaan penunjang di rumah sakit. Setidaknya ada 3 langkah yang bisa dilakukan untuk memastikan tumor payudara.

1. SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

Lakukan 1x/bulan, idealnya hari ke-7 sampai ke-10 setelah haid (payudara tidak terlalu bengkak/nyeri). Bila sudah menopause, pilih tanggal yang sama tiap bulan. Bisa dirasakan apakah ada gejala benjolan baru, penebalan, perubahan kulit, perubahan puting, cairan puting.

2. SADANIS (Pemeriksaan klinis oleh dokter)

Dokter melakukan pemeriksaan payudara dan kelenjar di ketiak atau sekitar tulang selangka, menilai apakah ada tanda yang perlu pemeriksaan lanjutan.

3. Pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan

●      USG payudara: sering digunakan terutama pada payudara yang lebih padat (mis. usia lebih muda) atau untuk membedakan massa padat vs kista.

●      Mammografi: membantu melihat kelainan yang belum teraba (mis. mikrokalsifikasi).

●      MRI payudara: pada indikasi tertentu (mis. evaluasi lebih detail, risiko tinggi, atau penilaian sebelum operasi).

“Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin seperti SADARI dan SADANIS sangat penting untuk menemukan masalah lebih awal. Dengan teknologi yang semakin maju, kita dapat mendeteksi kelainan dengan lebih tepat dan lebih cepat, memberikan kesempatan lebih besar untuk pengobatan yang efektif,” tambah dr. Ivan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah

Sumber : jawapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *