Feature

Angkat Kuliner Tradisional ke Mall, Gelar Lomba Sukup Simpan

768
×

Angkat Kuliner Tradisional ke Mall, Gelar Lomba Sukup Simpan

Sebarkan artikel ini
PANGINAN SUKUP SIMPAN : Staf Ahli Bupati Kotim Wim RK Benung bersama Ketua TP-PKK Kotim Khairiah Halikinnor mengunjungi stan salah satu kecamatan yang mengikuti lomba Panginan Sukup Simpan di Citimall Sampit, Kamis (12/2/2026). APRI/RADAR KALTENG

Dari Festival Budaya Habaring Hurung 2026

‎Aroma rempah dan sajian tradisional khas daerah memenuhi atrium Citimall Sampit, Kamis (12/2/2026). Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat menggelar Lomba Masakan Khas Daerah Panginan Sukup Simpan dalam rangka Festival Budaya Habaring Hurung 2026.

KEGIATAN ini menjadi bagian dari upaya pelestarian kuliner tradisional sekaligus ajang seleksi untuk menghadapi Festival Isen Mulang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang akan digelar Mei 2026 di Palangka Raya.

‎Staf Ahli Bupati Kotim Wim RK Benung menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah strategis menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Disbudpar sebagai leading sector. Ini bagian dari Festival Habaring Hurung dan nantinya juga akan diperlombakan pada Festival Isen Mulang bulan Mei 2026 di Palangka Raya,” ujar Wim.

‎Ia berharap Kotim mampu mempertahankan prestasi gemilang yang diraih tahun lalu. Pada Festival Isen Mulang 2025, Kotim sukses meraih juara pertama untuk kategori lomba Panginan Sukup Simpan.

“Harapan kita, Kotim bisa mempertahankan juara satu. Ini bukan hanya soal gelar, tetapi bagaimana kita melestarikan tradisi dan mengenalkan budaya lokal agar tidak tergerus zaman,” tegasnya.

‎Wim juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengenal adat istiadat dan budaya daerah. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat khususnya anak-anak muda dapat lebih mengenal kekayaan kuliner dan kearifan lokal Kotim.

‎Sementara Ketua TP-PKK Kotim Khairiah Halikinnor menjelaskan, lomba ini merupakan agenda tahunan yang digelar dalam rangka Festival Habaring Hurung. Tahun ini, pelaksanaannya sengaja dipusatkan di pusat perbelanjaan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami sengaja mengadakan di mall agar masakan khas daerah lebih dikenal luas, terutama oleh generasi muda. Jangan sampai kalah dengan makanan kekinian. Kita ingin makanan tradisional tampil menarik dan modern, tanpa meninggalkan cita rasa aslinya,” kata Khairiah.

‎Ia menambahkan, peserta tidak hanya dituntut menyajikan cita rasa autentik, tetapi juga menghadirkan inovasi dalam tampilan, sesuai petunjuk teknis lomba tingkat provinsi. Beberapa peserta bahkan mengemas sajian tradisional dengan konsep modern seperti penyajian ala hidangan cepat saji atau plating bergaya internasional.

“Penampilan mereka hari ini cukup bagus. Inovasi yang diangkat juga memanfaatkan bahan-bahan lokal yang selama ini kurang dikenal, ternyata bisa diolah menjadi hidangan menarik,” ujarnya.

‎Khairiah memastikan, bagi peserta yang meraih juara, pihaknya akan melakukan pembinaan dan penyempurnaan sebelum berlaga di tingkat provinsi.‎ “Kalau ada yang juara, tentu akan kami finishing lagi. Kekurangannya akan diperbaiki agar siap bersaing di provinsi. Alhamdulillah, tahun 2025 kita juara satu tingkat provinsi,” ungkapnya.

‎Lomba tahun ini diikuti 15 kecamatan dari total 17 kecamatan di Kotim. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tidak mengikuti lomba karena telah menjadi juara tingkat provinsi sebelumnya. Sedangkan Kecamatan Antang Kalang berhalangan karena tim PKK sedang mengikuti kegiatan di luar daerah.

‎Melalui lomba Panginan Sukup Simpan ini, Pemkab Kotim berharap kuliner tradisional tidak hanya bertahan sebagai warisan, tapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkuat identitas daerah di kancah provinsi maupun nasional.  (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *