Kesehatan

80 Persen Akses Air di Indonesia Belum Memenuhi Standar

261
×

80 Persen Akses Air di Indonesia Belum Memenuhi Standar

Sebarkan artikel ini
FOTO : NET

Di tengah kemajuan teknologi dan pembangunan, dunia masih menghadapi persoalan mendasar, krisis air minum aman. Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari dua miliar orang masih hidup tanpa akses terhadap air yang layak konsumsi. 

Ironisnya, kondisi ini berkontribusi terhadap 1,4 juta kematian setiap tahun dan memicu hampir setengah dari angka malnutrisi global. Di Indonesia, situasinya tak kalah mengkhawatirkan. 

Berdasar Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) 2023 dari Kementerian Kesehatan, sekitar 80 persen air minum rumah tangga belum memenuhi kategori aman. Bahkan, 45,4 persen air minum isi ulang terdeteksi mengandung bakteri E.coli, yang dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Menanggapi kondisi ini, Yayasan Jiva Svastha Nusantara terus menggencarkan edukasi publik. Pada Kamis (7/8), mereka menggelar kegiatan penyuluhan di Kantor Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari program Indonesia Sehat Mulai dari Air Bermutu.

Program ini diklaim bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kualitas air minum dan membekali warga dengan pengetahuan seputar risiko kontaminasi serta langkah pencegahannya.

“Air yang tampak jernih belum tentu aman dikonsumsi,” tegas Wuhgini, Sanitarian Ahli Muda dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

SUMBER : JAWA.POS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *