Seruyan

DPRD Buka Suara Soal Kendala Anggaran Sarpras

20
×

DPRD Buka Suara Soal Kendala Anggaran Sarpras

Sebarkan artikel ini
HADIR : Wakil ketua I DPRD Seruyan Harsandi ST MM (kiri) saat menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Struktural Lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan di Aula BKAD Seruyan, Senin (12/10/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Dalam Upaya Menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan di Seruyan

KUALA PEMBUANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan menyoroti keterbatasan anggaran sarana dan prasarana (sarpras) pemadam yang masih menjadi hambatan utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Seruyan.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan Harsandi menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Struktural Lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan Tahun 2026 yang berlangsung di Aula BKAD Seruyan, Senin (12/10/2026).

Harsandi menjelaskan, pihaknya bersama instansi terkait sejauh ini telah aktif turun ke lapangan untuk mengedukasi serta memberikan imbauan pencegahan hingga ke titik-titik rawan kebakaran. Namun efektivitas penanggulangan di lapangan kerap terbentur keterbatasan anggaran operasional pemerintah daerah setempat.

“Memang masalah kebakaran ini sudah berlangsung lama. Kami dari lembaga legislatif sudah turun langsung melakukan imbauan hingga ke titik lokasi. Berdasarkan koordinasi, kendala utama pemerintah daerah saat ini adalah keterbatasan anggaran untuk pemenuhan sarana dan prasarana pemadam kebakaran,” kata Harsandi kepada awak media.

Selain kendala efisiensi anggaran, kondisi iklim ekstrem berupa musim kemarau panjang tanpa curah hujan khususnya di kawasan perkotaan seperti Kuala Pembuang, dinilai kian meningkatkan potensi timbulnya titik api.

Guna mengatasi tantangan tersebut, DPRD Kabupaten Seruyan berkomitmen memperkuat sinergisitas dengan Pemerintah Kabupaten Seruyan. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah memaksimalkan kolaborasi dan bantuan swadaya dari elemen masyarakat, organisasi, hingga kontribusi anggota dewan.

“Ke depan kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Lembaga DPRD berusaha memaksimalkan dukungan, baik melalui bantuan swadaya masyarakat, organisasi, maupun peran aktif DPRD sendiri. Fokus utama kita adalah mencari solusi jangka panjang agar karhutla, khususnya di Kabupaten Seruyan tidak terulang kembali, dan jadi PR serta pembelajaran bagi kita untuk mengatasi masalah ini ke depannya,” pungkasnya. (yad/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *