Seruyan

Seorang Pemimpin Harus Bisa Jadi Teladan

19
×

Seorang Pemimpin Harus Bisa Jadi Teladan

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA : Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda foto bersama para kepala perangkat daerah dan peserta pelatihan di Aula BKAD Seruyan, Selasa (6/10/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Bupati Buka Bimtek Servant Leadership Lingkup Pemkab Seruyan

KUALA PEMBUANG — Pemerintah Kabupaten Seruyan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Servant Leadership (Kepemimpinan yang Melayani) di Lingkungan Pemkab Seruyan. Kegiatan ini dibuka Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Seruyan, Selasa (6/10/2026).

Bimtek yang menghadirkan tim instruktur dari PT Alpha Quantum Indonesia sebagai narasumber tersebut diikuti oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah dr Bahrun Abbas, para asisten, staf ahli, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Seruyan.

Bupati Ahmad Selanorwanda dalam arahannya menegaskan, kepemimpinan bukanlah sekadar jabatan, kewenangan, ataupun posisi dalam struktur organisasi, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk memberikan keteladanan, mendengarkan, serta mengembangkan potensi bawahan.

“Jabatan adalah amanah, kewenangan adalah amanah, dan setiap keputusan yang kita ambil harus berorientasi pada kepentingan masyarakat,” kata bupati saat membuka kegiatan itu,

Ia menilai, konsep servant leadership sangat relevan diterapkan dalam birokrasi pemerintahan guna mendukung nilai dasar aparatur sipil negara (ASN), yakni BerAkhlak (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Menurutnya, pemimpin yang melayani tidak akan kehilangan kewibawaannya, melainkan justru memanfaatkan kewenangan tersebut untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Bupati berpesan agar para peserta tidak menjadikan pelatihan ini sekadar rutinitas seremonial belaka. Ia menginstruksikan agar prinsip-prinsip kepemimpinan yang melayani dapat diterjemahkan langsung ke dalam budaya kerja sehari-hari, mulai dari membangun tim yang solid hingga meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ukuran keberhasilan kepemimpinan dalam pemerintahan pada akhirnya bukan seberapa banyak rapat yang kita lakukan, melainkan seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, bupati berharap agar para aparatur mampu membawa pulang tiga poin penting. Yakni pemahaman kuat tentang makna kepemimpinan melayani, kemampuan menerapkannya dalam mengelola tim, serta komitmen nyata melakukan perubahan positif di unit kerja masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Seruyan berharap lahir budaya kerja birokrasi yang semakin profesional, humanis, kolaboratif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (yad/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *