DPRD Kalimantan Tengah

‎Kualitas Udara Buruk, Dewan Minta Faskes Siaga

26
×

‎Kualitas Udara Buruk, Dewan Minta Faskes Siaga

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh.

‎‎PALANGKA RAYA –  Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh meminta kepada petugas fasilitas Kesehatan (Faskes) bersiaga penuh mengingat kualitas udara di Palangka Raya sempat berada pada kondisi sangat buruk dampak dari kabut asap karhutla.

‎Data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 1.022, jauh di atas batas 300 yang sudah masuk kategori berbahaya. Pada pagi hari, konsentrasi PM2.5 juga tercatat 211 µg/m³ dan AQI mencapai 341.

‎Faridawaty meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan (faskes), terutama memastikan ketersediaan obat-obatan dan perlengkapan medis yang dibutuhkan masyarakat selama kondisi udara terdampak asap.

‎‎“Ketersediaan obat-obatan untuk ISPA, vitamin, hingga bantuan logistik kesehatan seperti masker gratis harus dipastikan aman dan terdistribusi secara merata, terutama di daerah-daerah yang kondisi paparan asapnya cukup pekat,” katanya.

‎‎Menurut Faridawaty, tingginya paparan asap berpotensi meningkatkan keluhan kesehatan, khususnya gangguan pada saluran pernapasan. Kesiapan tidak cukup hanya dilakukan rumah sakit, tetapi juga harus menjangkau puskesmas dan pos pemantauan di wilayah terdampak.

‎‎Ia meminta obat untuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), vitamin, masker, tabung oksigen hingga perlengkapan pelindung dipastikan tersedia. Terlebih, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan warga dengan gangguan pernapasan membutuhkan perlindungan lebih.

‎‎“Kita minta seluruh dinas kesehatan, rumah sakit daerah, hingga puskesmas di tingkat kecamatan dan desa untuk bersiap penuh. Pelayanan kesehatan harus dimaksimalkan, jangan sampai ada warga yang membutuhkan penanganan medis akibat dampak kabut asap ini terhambat pelayanannya,” ujar Anggota DPRD Dapil I meliputi Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas tersebut.

‎‎Faridawaty juga mendorong pemerintah memperluas pembagian masker gratis di ruang publik dan mengingatkan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara kembali memburuk.

‎‎Ia berharap kesiapan obat-obatan, oksigen dan perlengkapan kesehatan berjalan merata, seiring upaya penanganan karhutla agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat ditekan.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *