Palangka Raya

Masyarakat Bisa Pantau Titik Panas Karhutla hingga Kualitas Udara dalam Satu Dashboard

39
×

Masyarakat Bisa Pantau Titik Panas Karhutla hingga Kualitas Udara dalam Satu Dashboard

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Bisa Pantau Titik Panas Karhutla hingga Kualitas Udara dalam Satu Dashboard.

PALANGKA RAYA – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya kini dapat dipantau langsung, bahkan oleh masyarakat melalui Dashboard Karhutla yang disediakan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

Platform digital Klik disini menyajikan sejumlah informasi penting, mulai dari kualitas udara, sebaran titik panas hingga kondisi jarak pandang.

Kehadiran dashboard ini menjadi salah satu sarana informasi publik di tengah ancaman karhutla dan kabut asap.

“Data yang ditampilkan dapat membantu masyarakat melihat perkembangan kondisi secara lebih cepat sebelum menentukan aktivitas, khususnya ketika kualitas udara memburuk dan jarak pandang menurun,” ucap Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya, Sabtu (3/10/2026).

Pada bagian titik panas, dashboard menampilkan informasi sebaran hotspot di wilayah Kota Palangka Raya maupun Kalimantan Tengah.

Data tersebut bersumber dari pemantauan satelit dan perlu dipahami sebagai deteksi anomali panas, sehingga tidak serta-merta berarti setiap titik merupakan kejadian kebakaran yang telah terverifikasi di lapangan. Verifikasi langsung tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Sementara pada bagian kualitas udara, masyarakat dapat melihat indikator pencemaran udara dan kondisi jarak pandang.

Dashboard juga menjadi gambaran mengenai dampak asap karhutla terhadap kondisi lingkungan perkotaan.

Pada September 2026, misalnya, data dashboard sempat menunjukkan kualitas udara Palangka Raya berada pada kategori berbahaya, disertai jarak pandang yang turun hingga sekitar 300-500 meter pada periode tertentu.

“Dengan informasi yang tersedia, Dashboard Karhutla dapat dimanfaatkan sebagai rujukan awal masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan karhutla,” jelasnya.

Terutama saat aktivitas titik panas meningkat dan kualitas udara memburuk, warga dapat menyesuaikan kegiatan di luar ruangan serta mengikuti imbauan kesehatan dan informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *