DPRD Palangka Raya

Duta Mall Jadi Indikator Positif Pertumbuhan Ekonomi

35
×

Duta Mall Jadi Indikator Positif Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Palangka Raya Khemal Nasery.

PALANGKA RAYA – Kehadiran Duta Mall di Kota Palangka Raya menjadi sinyal positif pertumbuhan ekonomi daerah. Masuknya perusahaan ritel berskala besar yang berani menanamkan investasi di Kota Cantik menunjukkan adanya peluang ekonomi yang dinilai menjanjikan.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya Khemal Nasery menyambut baik kehadiran Duta Mall dan berharap investasi tersebut tidak hanya memberikan keuntungan bagi pengelola maupun pemerintah kota, tapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat.

“Semestinya kehadiran Duta Mall itu sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi. Ini juga menjadi salah satu indikator ekonomi Kota Palangka Raya masih tumbuh sangat baik. Buktinya, pengusaha-pengusaha besar dan perusahaan ritel seperti Duta Mall mau menginvestasikan dananya di Kota Palangka Raya,” kata Khemal, Rabu (30/9/2026).

Menurut dia, kehadiran pusat perbelanjaan modern juga diharapkan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Karena itu, ia mendorong manajemen Duta Mall agar memprioritaskan putra-putri daerah dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Di sisi lain, Khemal menilai keberadaan pusat perbelanjaan modern tidak semestinya dipandang sebagai ancaman bagi pasar tradisional. Menurutnya, pasar modern dan pasar tradisional memiliki karakter serta pangsa pasar masing-masing sehingga keberadaannya dapat berjalan beriringan.

“Tidak semua masyarakat kita paksakan harus ke pasar modern atau harus belanja di pasar tradisional. Semua itu harus kita jaga dan lindungi bersama-sama agar sama-sama bisa jalan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha di pasar tradisional untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar tetap menjadi pilihan masyarakat. Mulai dari menjaga kejujuran dalam berdagang, menjual barang yang layak dikonsumsi maupun digunakan, hingga memberikan pelayanan yang ramah kepada pembeli.

“Kalau masyarakat itu biasa belanja di pasar tradisional, dia akan kembali ke pasar tradisional. Tapi kalau ada yang memilih ke pasar modern, itu juga ada. Kita harus membaca semuanya secara positif tanpa ada muatan-muatan lain di dalamnya,” katanya.

Lebih jauh, Khemal meminta Duta Mall memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk memasarkan produk mereka. Menurutnya, kehadiran pusat perbelanjaan modern akan semakin memberikan manfaat apabila produk-produk UMKM Kota Palangka Raya turut mendapatkan tempat. “Kami meminta dan mengimbau kepada pihak Duta Mall membuka gerai-gerai pelaku UMKM yang ada di Kota Palangka Raya,” ucapnya.

Ia mencontohkan konsep penyediaan ruang bagi pelaku UMKM yang dilakukan di kawasan pasar malam. Sejumlah pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan kini diberikan tempat khusus sehingga lebih tertata dan tetap memiliki ruang untuk mengembangkan usahanya.

Khemal berharap pola serupa dapat diterapkan di pusat perbelanjaan modern. Dengan demikian, produk lokal tidak hanya dipasarkan melalui kawasan tradisional atau ruang terbuka, tetapi juga memiliki akses ke pasar modern. “Kita berharap seperti itu. Kalau UMKM juga bisa memasarkan hasil dagangan atau produksinya melalui Duta Mall ataupun mal-mal yang lain, tentu akan sangat baik,” katanya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *