DPRD Kalimantan Tengah

‎Armada Minta Pencegahan Karhutla Sejak Dini

32
×

‎Armada Minta Pencegahan Karhutla Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kalteng, Armada. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎‎PALANGKA RAYA – Hingga kini kabut asap akibat karhutla di Kalteng masih terjadi. Anggota DPRD Kalteng Armada meminta penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi harus diperkuat melalui langkah pencegahan sejak dini.

Menurut Armada, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi.

‎“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja melakukan penanganan,” ujarnya, Selasa (30/9).

‎Armada menilai pemerintah daerah perlu memperkuat strategi pencegahan agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal. Kesiapan personel, peralatan hingga ketersediaan sumber air harus dipastikan sebelum titik api bermunculan dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

‎

‎“Pencegahan harus diperkuat. Kesiapan personel dan peralatan harus dipastikan. Ketersediaan sumber air harus dipetakan. Pemberdayaan masyarakat dan sistem deteksi dini harus ditingkatkan,” tegasnya.

‎

‎Ia juga meminta sistem deteksi dini terus diperkuat sehingga potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Menurutnya, kecepatan mengetahui titik rawan menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.

‎

‎Armada turut menyoroti kebakaran yang diduga terjadi akibat kesengajaan maupun tindakan yang melanggar ketentuan hukum. Ia meminta setiap kejadian yang memiliki indikasi pelanggaran ditelusuri sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.

‎

‎“Terhadap kejadian kebakaran yang memiliki indikasi pelanggaran, perlu dilakukan penelusuran dan investigasi, sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

‎

‎Armada menegaskan, karhutla dapat menimbulkan dampak luas apabila tidak ditangani secara serius. Selain kerusakan lingkungan, kabut asap juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas perekonomian hingga kelancaran transportasi.

‎

‎“Kita tidak boleh terus-menerus membayar mahal akibat karhutla melalui kerusakan lingkungan, terganggunya kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, maupun transportasi,” tutupnya.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *