DPRD Kalimantan Tengah

‎BTT Sudah Berjalan, Bantuan Sarpras Belum Terasa

31
×

‎BTT Sudah Berjalan, Bantuan Sarpras Belum Terasa

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kalteng, Okki Maulana. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎‎PALANGKA RAYA –  Bantuan tak terduga (BTT) dari pemerintah pusat untuk penanganan Karhutla sepertinya sudah berjalan. Namun bantuan sarana dan prasarana (Sapras) bagi relawan pemadam kebakaran belum ada.

Anggota DPRD Kalteng Okki Maulana menegaskan saat ini terdapat hampir 30 Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) tergabung dalam Satgas tingkat provinsi. Sapras yang dimilik para relawan itu kondisinya sudah aus karena faktor usia dan hampir setiap hari digunakan.

Anggota DPRD Kalteng, Okki Maulana mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena relawan menjadi salah satu kekuatan penting dalam penanganan karhutla. Terlebih, penggunaan peralatan yang berlangsung setiap hari membuat kebutuhan terhadap penggantian maupun perbaikan sarpras terus meningkat.

‎“Sejauh ini, sebagai Ketua Forum Relawan Damkar, kami belum merasakannya secara langsung bantuan sapras untuk relawan. Tapi kalau di lapangan, dampaknya sudah terasa,” katanya, Kamis (24/9).

‎

‎Ia menjelaskan, bantuan kepada relawan sebenarnya tidak sepenuhnya berhenti. Insentif bagi anggota Satgas tetap tersedia, sementara dukungan berupa armada mobil tangki air juga sudah dirasakan di lapangan.

‎

‎“Insentif ada kalau yang tergabung di Satgas. Tapi untuk bantuan sarpras yang dirasakan langsung, seperti bantuan Alkon atau selang, itu yang belum ada,” ujar Okki.

‎

‎Okki mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah. Anggaran daerah tidak hanya diarahkan untuk penanganan karhutla, tetapi juga harus menjaga pelayanan publik serta kebutuhan pembangunan lainnya.

‎“Bagaimanapun pemerintah daerah fokusnya tidak cuma di penanganan karhutla. Apalagi kondisi fiskal pemerintah, kemungkinan sangat kecil untuk membantu relawan ,” jelasnya.

‎Okki menilai kebutuhan penanganan karhutla saat ini sudah melampaui kemampuan pemerintah daerah semata. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dinilai diperlukan untuk memperkuat peralatan dan operasional relawan di lapangan.

‎

‎“Kompleks memang. Sebenarnya yang paling kita butuhkan sekarang adalah perhatian dan bantuan dari Pemerintah Pusat,” pungkasnya.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *