DPRD Gunung Mas

Pakai Masker dan Nyalakan Lampu Kendaraan

44
×

Pakai Masker dan Nyalakan Lampu Kendaraan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Gunung Mas Binartha. foto: ist

Asap Karhutla Makin Pekat, Dewan Ingatkan Warga Gumas

KUALA KURUN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Gunung Mas semakin pekat. Untuk itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Selain mengancam kesehatan, kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan akibat jarak pandang yang semakin terbatas.

Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas Binartha mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi udara saat beraktivitas di luar rumah. Salah satu langkah sederhana yang dinilai penting adalah menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap serta menyalakan lampu kendaraan saat di jalan raya.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan. Apabila keluar rumah, harus memakai masker mengingat kondisi asap cukup tebal,” kata Binartha, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan bagi masyarakat yang harus bepergian menggunakan kendaraan. Kabut asap yang menutup jarak pandang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di ruas jalan yang lalu lintasnya cukup padat.

Karena itu, Binartha meminta pengendara menyalakan lampu kendaraan saat melintas di tengah kondisi asap tebal. Langkah tersebut penting agar keberadaan kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya. “Sekarang ini jarak pandang cukup terbatas. Karena itu, harus menghidupkan lampu kendaraan motor/mobil dan juga jangan lupa memakai masker,” tegasnya.

Binartha juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat. Menjaga kesehatan, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama di tengah situasi karhutla yang masih terjadi.

Ia menambahkan, imbauan ini sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak hanya fokus terhadap dampak karhutla terhadap lingkungan, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan kesehatan diri selama kualitas udara memburuk. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *