Lamandau

Bupati Rizky Rapat Penanganan Karhutla Bersama PBS

34
×

Bupati Rizky Rapat Penanganan Karhutla Bersama PBS

Sebarkan artikel ini
RAPAT KARHUTLA : Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra memimpin rapat penanganan karhutla bersama seluruh perusahaan besar swasta di Aula Setda Lamandau, Jumat (25/9/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Bentuk Kluster Bantuan di Kecamatan hingga Desa

NANGA BULIK – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra memimpin Rapat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Bersama Perusahaan Besar Swasta (PBS) se-Kabupaten Lamandau di Aula Sekretariat Daerah Lamandau, Jumat (25/9/2026).

Rapat yang difasilitasi Bagian Perekonomian Setda Lamandau tersebut dihadiri seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Lamandau,Ketua DPRD Lamandau Heri Anto, Dandim 1017 Lamandau Letkol Arm Ady Kurniawan, Sekda Lamandau M Irwansyah, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, para camat, serta forkopimda.

Bupati Rizky Aditya Putra menegaskan, dalam kondisi bencana karhutla dan kekeringan seperti saat ini, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan aktif dari semua elemen. Terutama perusahaan kelapa sawit sebagai bagian dari ketahanan daerah.

“Kemarin, kita panggil seluruh perusahaan kelapa sawit yang ada di Lamandau. Kita kumpulkan semua supaya ikut membantu penanganan bencana karhutla dan kekeringan sampai tingkat desa. Karena memang dalam kondisi bencana seperti sekarang ini, pemda tidak bisa sendiri,” tegas Rizky.

Sesuai kesepakatan dalam rapat, keterlibatan perusahaan dibagi dalam beberapa kluster sesuai kecamatan. Setiap perusahaan bertanggung jawab membantu wilayah klusternya masing-masing, baik untuk pasokan air bersih maupun penanganan karhutla.

“Silakan pemdes berkoordinasi dengan camat apabila ada warga desanya yang membutuhkan pasokan air bersih maupun penanganan karhutla. Nanti camat yang akan menghubungkan dengan perusahaan di kluster masing-masing,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan peringatan dari BMKG bahwa awal musim hujan tahun ini datang lebih lambat atau mundur dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan diperkirakan baru jatuh pada awal November 2026.

“Oleh karena itu, kurang lebih lima minggu ke depan kita masih akan berjibaku dengan ancaman bencana karhutla, kabut asap dan kekeringan. Saya minta semua siaga. Jangan lengah,” tegasnya.

Rapat diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama perusahaan besar swasta untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Lamandau. (han/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *