Kalimantan TengahNasional

Lapor ke Prabowo, BNPB Sebut Aktivitas Warga Kalteng Tetap Normal di Tengah Asap Karhutla

77
×

Lapor ke Prabowo, BNPB Sebut Aktivitas Warga Kalteng Tetap Normal di Tengah Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

PALANGKA RAYA – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Namun, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa roda kehidupan masyarakat di Kalteng dan Kalimantan Barat tetap berjalan normal.

Laporan itu disampaikan Suharyanto dalam rapat terbatas penanganan karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/26).

Suharyanto menyebut asap tebal memang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalteng dan Kalimantan Barat. Kondisi tersebut, menurutnya, terutama berdampak pada aktivitas penerbangan keluar dan masuk kedua provinsi.

“ Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalteng dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu,” kata Suharyanto, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Di sisi lain, BNPB masih mencatat luas lahan yang terbakar di Sumatra dan Kalimantan mencapai 209,78 hektare. Angka tersebut merupakan sisa dari total 1.212,52 hektare lahan yang sebelumnya terbakar, setelah 1.002,74 hektare berhasil dipadamkan.

Suharyanto mengakui persoalan asap belum sepenuhnya teratasi. Salah satu kendalanya adalah pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang belum dapat berjalan maksimal, khususnya di Kalteng dan Kalimantan Barat.

“Meskipun tinggal 209,78 hektar di seluruh Sumatera dan Kalimantan yang sekarang terbakar, ini kelihatannya sudah sangat sedikit, tetapi karena OMC, terutama di Kalteng, Kalimantan Barat ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, sehingga mengakibatkan di Kalteng dan Kalimantan Barat ini asapnya cukup tebal, Bapak Presiden,” ujarnya.

Asap tebal tersebut bukan sekadar persoalan jarak pandang. Kondisi itu turut mengganggu penerbangan komersial, pelaksanaan OMC hingga operasi water bombing.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski BNPB menyebut aktivitas harian masyarakat masih berjalan normal, dampak kabut asap terhadap konektivitas Kalteng tetap signifikan.

Pemerintah sendiri masih terus melakukan penanganan hingga seluruh lahan yang terbakar dapat dipadamkan.

Dalam laporan kepada Presiden, Suharyanto mengatakan pemantauan dilakukan dari hari ke hari agar luasan lahan yang berhasil dipadamkan lebih besar dibandingkan munculnya titik kebakaran baru. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *