Palangka Raya

Dari Kembali Jadi Staf hingga Pimpin Diskominfo, 21 Tahun Perjalanan Dody Irawan

44
×

Dari Kembali Jadi Staf hingga Pimpin Diskominfo, 21 Tahun Perjalanan Dody Irawan

Sebarkan artikel ini
Dody Irawan.

Dody: Dari Bapperida ke Bapperida Lagi Hingga Kepala Dinas

PALANGKA RAYA – Perjalanan karier seorang aparatur sipil negara (ASN) tak selalu berjalan lurus. Ada kalanya jabatan naik, tetapi ada pula masa ketika seseorang harus kembali memulai dari bawah.

Hal itu pula yang pernah dilalui Dody Irawan, yang kini dipercaya menjadi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2026), Dody menceritakan perjalanan panjangnya selama 21 tahun menjadi ASN. Sebelum dilantik memimpin Diskominfo, ia merupakan Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan pada Bapperida Kota Palangka Raya. Jabatan eselon III B itu dijalaninya selama kurang lebih empat tahun.

Namun, perjalanan menuju posisi tersebut tidak selalu mulus. Ketika pertama kali pindah dari Kabupaten Barito Timur ke Kota Palangka Raya pada 2017, Dody justru harus kembali menjadi staf.

Padahal sebelumnya ia sudah pernah menduduki jabatan eselon IV. “Saya mutasi dari Dinas PU Barito Timur ke Bapperida Kota Palangka Raya dan harus memulai lagi dari bawah,” tuturnya.

Bagi Dody, kembali menjadi staf bukan alasan untuk berhenti berkembang. Ia kemudian menjalani sekitar sembilan tahun di Bapperida Kota Palangka Raya.

Sebelumnya, sekitar delapan tahun kariernya juga dihabiskan di Bapperida Kabupaten Barito Timur. Jika ditotal, hampir 80 persen perjalanan kariernya berada di lingkungan perencanaan pembangunan daerah.

Kisah itu bermula sejak 2005. Setelah menyelesaikan pendidikan Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada 2003, Dody sempat bekerja sekitar satu tahun di perusahaan konsultan di Palangka Raya.

Pada akhir 2004 ia diterima sebagai PNS dan mulai bertugas pada 2005 di Bapperida Kabupaten Barito Timur. Dari sana, kariernya berkembang hingga sempat bertugas di Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Pertambangan dan Energi Barito Timur.

Lahir di Amuntai, Kalimantan Selatan, pada 5 Januari 1980, Dody justru tumbuh besar di Buntok, Kabupaten Barito Selatan. SD hingga SMA ditempuhnya di sana.

Darah keluarga pun masih kuat dengan wilayah Barito Timur karena kedua orang tuanya berasal dari Ampah. “Walaupun lahir di Amuntai, sebagian besar masa hidup saya memang dihabiskan di Buntok,” katanya.

Pengalaman panjang di Bapperida ternyata menjadi bekal tersendiri ketika kini dipercaya memimpin Diskominfo. Selama menjabat di Bapperida, bidang yang dipimpinnya memiliki sekitar 14 OPD mitra, termasuk Diskominfo.

Karena itu, urusan komunikasi dan koordinasi lintas perangkat daerah bukan sesuatu yang sepenuhnya baru baginya. Bedanya, kini ia berada di posisi yang harus mengawal langsung seluruh perangkat daerah tersebut.

Di balik kesibukan sebagai pejabat baru, Dody juga tetap membawa cerita sederhana dari keluarganya. Ia bersama istri yang berprofesi sebagai Perawat di Puskesmas Bukit Hindu memiliki tiga anak.

Anak pertama sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, anak kedua duduk di kelas X SMA, sedangkan anak ketiga masih kelas IV MIN 1 Palangka Raya.

Kini, setelah lebih dari dua dekade mengabdi sebagai ASN, Dody memasuki babak baru, yakni membawa pengalaman dari dunia perencanaan pembangunan ke meja kerja Diskominfo, dengan tantangan khas sebuah kota yang terus berkembang. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *