KASONGAN – Sebanyak 274 keluarga di Kabupaten Katingan mendapat dukungan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tahun 2026 untuk meningkatkan kualitas rumah yang belum layak huni. Program tersebut ditandai dengan serah terima buku tabungan kepada penerima di Balai Desa Telangkah, Kecamatan Katingan Hilir dan dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Katingan Firdaus ST, beberapa waktu lalu.
Program BSPS merupakan tindak lanjut program Kementerian PKP melalui Balai PKP I Satker PKP Provinsi Kalimantan Tengah. Alokasi bantuan di Katingan tersebar di Kecamatan Katingan Kuala 97 unit, Katingan Hilir 97 unit, Katingan Tengah 41 unit dan Katingan Hulu 12 unit. Sasarannya adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan peningkatan kualitas hunian.
Dalam sambutanya, Wabup Firdaus mengapresiasi pemerintah pusat dan seluruh pihak yang mendukung program tersebut. Dia mengingatkan kepada para penerima, agar bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya untuk membeli material bangunan dan membayar upah tukang.
“Bantuan ini bukan untuk diberikan dalam bentuk uang tunai, tetapi digunakan untuk membeli material dan upah tukang secara swadaya. Mari kita bangun rumah yang sehat, layak dan nyaman bersama-sama,” ujar Firdaus.
Dia juga meminta penerima, agar tidak menjual buku tabungan maupun menyalahgunakan dana bantuan. Pendamping BSPS dan pemerintah desa diharapkan turut mengawal pembangunan agar tepat sasaran, tepat mutu dan tepat waktu.
“Bagi masyarakat penerima, BSPS diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga mendukung terciptanya hunian yang lebih sehat, aman dan nyaman. Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Katingan,” ujar Firdaus.
Sementara menurut Kepala Desa Telangkah Duserman menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu warga yang selama ini masih tinggal di rumah dengan kondisi dinding maupun lantai yang belum permanen. “Atas nama masyarakat kami berterima kasih. Semoga bantuan ini bisa segera diwujudkan menjadi rumah yang layak huni,” tuturnya. (ndi)












